Aug 26, 2026
breaking

Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam, Tewas Diamuk Massa

BARU SAJA — BREAKING NEWS Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Buleleng pagi ini melakukan ekshumasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pakisan, Bali. Makam seorang pria berinisial KD (37) dibo...

Polisi Bongkar Makam Terduga Pencuri Ayam, Tewas Diamuk Massa

BARU SAJA — BREAKING NEWS Aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Buleleng pagi ini melakukan ekshumasi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Pakisan, Bali. Makam seorang pria berinisial KD (37) dibongkar paksa demi mengungkap teka-teki kematiannya usai dihajar puluhan warga pada dini hari pekan lalu.

Proses penggalian berlangsung lebih dari dua jam. Puluhan personel Brimob dan Sabhara diterjunkan untuk menjaga ketat area seluas 200 meter persegi. Sebuah tenda darurat didirikan menaungi petugas yang melakukan identifikasi awal terhadap jenazah KD yang sudah mulai membusuk. Suasana tegang terlihat dari raut wajah keluarga yang menanti dengan cemas di balik garis polisi. Menggunakan ekskavator mini, polisi akhirnya berhasil mengangkat peti dan membawanya ke RSUP Sanglah-Denpasar untuk autopsi kedua.

Fakta-Fakta Penting

  • Identitas Korban: KD, pria asal Jembrana, Bali, sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas.
  • Tuduhan: KD dituduh mencuri tiga ekor ayam milik warga pada Selasa dini hari, 16 Juni 2026.
  • Pengeroyokan: Puluhan orang menangkap, menghajar, lalu menyeret KD ke kubangan lumpur hingga meregang nyawa.
  • Saksi Kunci: Rekan KD berhasil kabur dan melapor ke polisi.
  • Status Hukum: Tujuh tersangka sudah ditetapkan, dua di antaranya diduga otak aksi balas dendam.
  • Temuan Awal: Puluhan luka lebam, patah tulang rusuk, dan luka diduga akibat senjata tajam.

Kronologi Amuk Massa

Insiden berawal ketika warga di Dusun Pucaksari, Desa Pakisan, ramai-ramai memburu KD lantaran geram ayam peliharaan mereka raib. Dalam hitungan menit, massa yang berjumlah lebih dari 30 orang itu menyergap KD di sebuah gubuk pinggir kebun. Tanpa ampun, mereka menghantamkan kayu, besi, dan batu ke sekujur tubuhnya.

Sementara rekannya, S, berhasil melarikan diri ke semak belukar dan kembali dengan petugas Polsek Kubutambahan. Namun nahas, saat polisi tiba, KD sudah tak bernyawa dengan wajah rusak dan penuh lumpur. “Kami langsung mengamankan TKP dan mengidentifikasi korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Buleleng melalui keterangan resminya.

Mengapa Makam Dibongkar?

Keputusan ekshumasi ini muncul setelah penyidik mendapati sejumlah kejanggalan pada hasil visum awal. Luka di bagian leher dan dada diduga kuat berasal dari benda tajam serupa samurai atau pisau dapur, bukan semata pukulan benda tumpul. Hal ini mengindikasikan adanya aktor yang sengaja melenyapkan nyawa KD di tengah kericuhan massa.

“Kami perlu autopsi mikroskopis untuk mengetahui pasti penyebab kematian dan memastikan apakah ada unsur pembunuhan berencana selain pengeroyokan,” kata seorang penyidik yang enggan disebutkan identitasnya. Tim forensik dari RSUP Sanglah akan memeriksa rongga tubuh dan organ vital KD guna mencari titik terang.

Keluarga korban melalui kuasa hukumnya, Made Arta, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat polisi. “Kami ingin keadilan. Jangan sampai pembunuhan terselubung seolah hanya pengeroyokan biasa,” tegasnya kepada awak media.

Langkah Berikutnya

Polisi kini tengah menunggu hasil autopsi final yang diperkirakan rampung dalam dua kali 24 jam. Sembari menahan tujuh tersangka, tim penyidik juga masih memburu seorang pelaku yang diduga provokator utama. “Kita jerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan kemungkinan menjerat dengan Pasal 338 KUHP jika terbukti unsur pembunuhan,” pungkas Kasat Reskrim.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Desa Pakisan masih kondusif dengan penjagaan ketat dari aparat kepolisian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User