Polisi Bawa 3 Bukti Klinik Mordent ke Labfor, Kematian Sutrimo Misterius
BREAKING NEWS — Tim Inafis Polda Metro Jaya baru saja merampungkan olah tempat kejadian perkara di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, Senin (27/7) pagi. Tiga bungkusan kertas cokelat berisi barang buk...
BREAKING NEWS — Tim Inafis Polda Metro Jaya baru saja merampungkan olah tempat kejadian perkara di Klinik Mordent, Jakarta Selatan, Senin (27/7) pagi. Tiga bungkusan kertas cokelat berisi barang bukti krusial langsung digelandang ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk uji mendalam. Kematian Sutrimo, pria yang ditemukan tak bernyawa di dalam klinik, masih diselimuti kabut misteri.
Berdasarkan pantauan di lapangan, proses penyelidikan berlangsung sejak pukul 07.30 WIB. Petugas berseragam lengkap tampak keluar-masuk bangunan dua lantai itu sambil membawa kantong-kantong bukti. Area sekitar klinik disterilkan menggunakan garis polisi, membuat warga sekitar hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.
Kronologi Penemuan
Saksi mata, seorang petugas kebersihan yang enggan disebut namanya, mengaku menemukan jasad Sutrimo sekitar pukul 06.00 WIB. "Beliau sudah terbujur kaku di ruang periksa. Saya langsung lari keluar dan teriak minta tolong," tuturnya dengan nada bergetar. Tim medis darurat sempat didatangkan, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.
Polisi belum bersedia membeberkan secara detail temuan di dalam ruangan. Namun, dari tiga bungkus yang dibawa, terlihat satu di antaranya berbentuk tabung mencurigakan. Dua lainnya diduga kuat berisi dokumen medis serta sampel cairan yang diambil dari tubuh korban.
Barang Bukti Kunci
Tiga bungkusan tersebut menjadi tumpuan harapan penyidik. Proses identifikasi di Labfor diyakini akan menjadi titik terang untuk membongkar tabir penyebab kematian. Berikut sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan petugas:
- Satu set alat suntik dan ampul obat yang ditemukan di dekat tubuh korban, diduga berkaitan langsung dengan kondisi terakhir Sutrimo.
- Rekaman CCTV internal klinik yang diambil dari hard disk penyimpanan, diperkirakan menjadi saksi bisu peristiwa tragis tersebut.
- Sejumlah ampul cairan tidak berlabel yang dikemas dalam tabung steril, langsung dikirim ke laboratorium untuk uji toksikologi.
Pernyataan Kepolisian
Kepala Satuan Reserse Kriminal setempat, saat dikonfirmasi, menegaskan bahwa proses olah TKP sudah selesai dan pihaknya kini fokus pada pemeriksaan laboratorium. "Kami tidak mau berspekulasi. Hasil Labfor akan menunjukkan apakah ini kecelakaan medis, tindak pidana, atau faktor lain. Seluruh skenario masih terbuka," tegasnya.
Pihak keluarga korban terpantau mendatangi klinik tidak lama setelah kejadian. Mereka tampak syok dan menolak memberikan komentar. Sementara itu, izin operasional Klinik Mordent untuk sementara dibekukan selama proses investigasi berjalan.
UPDATE 09.45 WIB — Sumber internal kepolisian mengonfirmasi bahwa hasil awal pemeriksaan luar menunjukkan adanya tanda-tanda tidak wajar pada tubuh korban. Namun, detail lebih lanjut masih menunggu proses autopsi resmi yang dijadwalkan sore ini di Rumah Sakit Bhayangkara. Publik diminta bersabar dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Comments (0)