Polda Metro Ungkap Peredaran Narkoba Via Instagram, 3 Pelaku Ditangkap
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana transaksi. Tim khusus mengamankan tiga orang pelak
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika yang memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana transaksi. Tim khusus mengamankan tiga orang pelaku yang berperan sebagai pengedar sekaligus pengemas tembakau sintetis (sinte). Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa modus peredaran gelap narkoba terus bergeser ke ranah digital, memanfaatkan platform populer untuk menyasar konsumen secara lebih terselubung.
"Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka yang diduga memiliki peran sebagai pengedar. Sekaligus pengemas narkotika jenis tembakau sintetis yang dipasarkan secara daring," ujar Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Kompol Indah Hartantiningrum dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, para tersangka menjalankan aksinya dengan membuat akun-akun Instagram palsu. Mereka mengunggah foto dan video kemasan tembakau sintetis lengkap dengan kode-kode tertentu yang hanya dimengerti oleh pembeli tetap. Calon konsumen kemudian diarahkan untuk berkomunikasi melalui pesan langsung (direct message), tempat negosiasi harga dan metode pembayaran terjadi. Seluruh transaksi dilakukan secara nontunai, membuat jejak digital menjadi kunci penting bagi penyidik dalam mengungkap jaringan ini.
Barang Bukti dan Pengembangan Kasus
Dalam operasi tersebut, petugas menyita puluhan paket tembakau sintetis siap edar, alat pengemasan, timbangan digital, serta sejumlah telepon genggam yang digunakan untuk mengelola akun Instagram. Barang bukti ini memperkuat dugaan bahwa para pelaku sudah cukup lama beroperasi dengan sistem pemasaran daring yang rapi. Kompol Indah menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pemasok bahan baku dan jaringan lain yang lebih besar.
Pengungkapan ini menjadi peringatan bagi para orang tua dan masyarakat luas untuk lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak di media sosial. Pelaku cenderung menyasar kalangan remaja melalui konten yang terlihat biasa, namun menyisipkan ajakan merusak generasi muda.
Comments (0)