Mantan manajer Tottenham Hotspur dan Chelsea, Mauricio Pochettino, melontarkan pernyataan mengejutkan dengan mendesak otoritas sepak bola Inggris mencabut trofi Liga Primer Inggris milik Chelsea musim 2016-2017. Pochettino menilai gelar juara tersebut semestinya diberikan secara retroaktif kepada Tottenham Hotspur yang finis di posisi kedua pada musim tersebut, menyusul serangkaian sanksi pelanggaran aturan finansial yang menjerat kubu Stamford Bridge.
Komentar pedas pelatih asal Argentina tersebut memicu perdebatan panas di kalangan penikmat sepak bola dunia, mengingat Pochettino sendiri sempat menukangi Chelsea setelah masa baktinya bersama Spurs rampung.
Rentetan Pelanggaran Regulasi Finansial Era Roman Abramovich
Desakan Pochettino bukan tanpa dasar hukum olahraga. Chelsea baru-baru ini dijatuhi sanksi berat akibat pelanggaran regulasi historis yang terjadi di bawah kepemilikan miliarder asal Rusia, Roman Abramovich. Penyelidikan mendalam menemukan adanya transaksi keuangan yang menyalahi ketentuan federasi maupun liga.
Berikut adalah urutan sanksi disipliner yang diterima Chelsea dalam rentang waktu beberapa bulan terakhir:
- Maret 2026: Operator Premier League resmi menjatuhkan denda sebesar £10,75 juta (sekitar Rp218 miliar) kepada Chelsea atas pelanggaran regulasi finansial historis.
- Juli 2026: Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyusul dengan denda tambahan sebesar £10 juta (sekitar Rp203 miliar).
- Larangan Transfer: Selain sanksi denda finansial total lebih dari £20 juta, FA juga menghukum Chelsea dengan hukuman larangan aktivitas transfer pemain selama dua jendela yang saat ini berstatus ditangguhkan (suspended).
Tuntutan Keadilan Olahraga untuk Tottenham Hotspur
Pochettino menegaskan bahwa hukuman denda uang tidak cukup untuk menebus keuntungan kompetitif yang didapat secara ilegal pada masa lalu. Menurutnya, integritas kompetisi hanya bisa ditegakkan apabila gelar juara diberikan kepada klub yang mematuhi regulasi.
"Gelar juara tersebut seharusnya diberikan kepada tim yang menempati posisi kedua. Jika sebuah klub terbukti melanggar aturan finansial untuk membangun skuad juara, maka keadilan olahraga harus ditegakkan dengan menyerahkan trofi itu kepada mereka yang bermain bersih," tegas Mauricio Pochettino.
Pada musim 2016-2017, Chelsea di bawah asuhan Antonio Conte keluar sebagai kampiun Premier League dengan perolehan 93 poin. Sementara itu, Tottenham Hotspur asuhan Pochettino tampil impresif sepanjang musim dan finis sebagai runner-up dengan koleksi 86 poin—catatan poin tertinggi dalam sejarah klub tersebut di era Premier League.
Poin Penting dan Potensi Dampak Kasus
Isu pencabutan gelar juara bukanlah perkara mudah di Liga Primer Inggris, namun pernyataan Pochettino memperkuat tekanan publik terhadap otoritas terkait:
- Preseden Hukum: Premier League belum pernah mencabut gelar juara secara retroaktif dalam sejarah kompetisi modern.
- Dilema Moral: Keberhasilan Chelsea meraih trofi pada masa lalu kini dibayangi oleh bukti manipulasi transaksi agen dan aturan finansial.
- Dampak Reputasi: Meski kepemilikan telah berganti, warisan sanksi era Abramovich terus membayangi stabilitas dan citra Chelsea di level internasional.
Comments (0)