Sep 18, 2026
Hukum

Basarnas Kerahkan Helikopter HR-3604 Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SELAT SUNDA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengintensifkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal yang membawa rombo

Basarnas Kerahkan Helikopter HR-3604 Cari Jurnalis Hilang di Selat Sunda

SELAT SUNDA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengintensifkan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kapal yang membawa rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di kawasan perairan Selat Sunda. Untuk mempercepat proses pelacakan di area laut yang luas, Basarnas secara resmi menerbangkan helikopter jenis HR-3604 guna melakukan pemantauan udara intensif.

Insiden tersebut melibatkan total delapan orang penumpang kapal, yang terdiri dari 5 jurnalis dari berbagai media massa nasional dan 3 kru kapal. Kapal motor yang mereka tumpangi dilaporkan hilang kontak saat sedang melakukan perjalanan peliputan dan dokumentasi kelautan di sekitar gugusan pulau Selat Sunda.

Kronologi dan Langkah Penanganan Operasi SAR

Upaya pencarian udara dan laut digencarkan sejak laporan kehilangan pertama kali diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan. Mengingat medan laut yang memiliki dinamika arus kuat, Basarnas menyusun tahapan operasi penyelamatan secara sistematis:

  1. Penerimaan Laporan Awal: Tim SAR menerima informasi dari pihak keluarga dan stasiun radio pelabuhan mengenai terputusnya komunikasi dengan kapal motor sejak sore hari sebelumnya.
  2. Pemberangkatan Armada Udara: Helikopter HR-3604 Basarnas lepas landas untuk memetakan koordinat terakhir (last known position) serta memperluas radius pantauan visual dari ketinggian.
  3. Penyisiran Jalur Laut: Kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) dan kapal penyelamat KN SAR diterjunkan ke titik-titik krusial yang diduga menjadi jalur pergeseran kapal akibat arus air laut.
  4. Koordinasi Antar-Lembaga: Menjalin komunikasi terpadu bersama Polairud, TNI Angkatan Laut, serta komunitas nelayan tradisional setempat untuk mempercepat identifikasi objek terapung.
"Pengerahan helikopter HR-3604 ini difokuskan untuk menyisir area yang sulit dijangkau kapal permukaan secara cepat. Dari udara, tim dapat melihat anomali di permukaan air, termasuk serpihan, tumpahan bahan bakar, atau tanda-tanda darurat lainnya yang dipancarkan korban," terang pejabat humas tim operasi Basarnas di posko darurat.

Fokus Penyisiran dan Tantangan Cuaca Selat Sunda

Karakteristik perairan Selat Sunda dikenal memiliki gelombang dinamis serta arus bawah laut yang cukup kuat, terutama saat memasuki pergantian musim. Tim SAR gabungan membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor strategis guna memastikan seluruh kemungkinan lokasi pergeseran kapal dapat terpantau.

  • Sektor Udara: Melakukan penyisiran vertikal dengan pola paralel menggunakan armada helikopter Basarnas.
  • Sektor Permukaan: Mengerahkan armada laut terpadu dengan perlengkapan sonar dan alat navigasi modern.
  • Sektor Pesisir: Menginstruksikan pos pantau pantai dan kapal-kapal niaga yang melintas untuk meningkatkan kewaspadaan navigasi serta segera melapor bila menemukan tanda-tanda visual korban.

Hingga saat ini, proses pemantauan gabungan terus berlangsung tanpa henti. Basarnas memastikan koordinasi posko darurat tetap siaga 24 jam untuk menerima setiap pembaruan informasi terkini dari tim lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User