Pj Gubernur BI Temui Presiden Prabowo, Djiwandono Ikut

JAKARTA – Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin siang (27/7/2026) untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan...

Jul 28, 2026 - 02:18
0 0
Pj Gubernur BI Temui Presiden Prabowo, Djiwandono Ikut

JAKARTA – Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin siang (27/7/2026) untuk bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan yang berlangsung secara tertutup ini turut dihadiri oleh Deputi Gubernur BI Thomas Djiwandono. Kehadiran dua petinggi bank sentral sekaligus memunculkan tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar.

Sumber di lingkungan istana mengonfirmasi bahwa rapat dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar satu jam kemudian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak BI maupun kepresidenan. Namun, agenda utama yang dibahas diyakini terkait dengan gejolak nilai tukar rupiah yang dalam sepekan terakhir terdepresiasi cukup tajam menembus level Rp16.200 per dolar AS.

Sinyal Koordinasi Fiskal-Moneter

Pertemuan ini menjadi yang pertama bagi Destry Damayanti dalam kapasitasnya sebagai penjabat sementara gubernur BI, setelah ia ditunjuk menggantikan Perry Warjiyo yang habis masa jabatan. Thomas Djiwandono, yang juga dikenal dekat dengan lingkaran istana, ikut memberikan pengarahan teknis. Pengamat ekonomi menilai, level pertemuan setinggi itu menandakan Presiden Prabowo ingin memastikan transmisi kebijakan moneter berjalan selaras dengan rencana fiskal pemerintah.

“Ini bukan pertemuan rutin. Ketika presiden memanggil langsung, artinya ada urgensitas. Bisa jadi BI akan merespons dengan kebijakan yang lebih agresif untuk menahan pelemahan rupiah,” kata seorang analis pasar uang yang enggan disebut namanya.

Data menunjukkan, cadangan devisa Indonesia per Juni 2026 tercatat USD 140 miliar, cukup untuk menahan tekanan, namun sentimen eksternal akibat perang dagang dan ketidakpastian suku bunga global terus membebani. BI sebelumnya telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 6,25% pada Mei lalu, dan pasar kini berspekulasi BI akan kembali mengerek 25 basis poin dalam waktu dekat.

Reaksi Pasar Menanti

Saham sektor perbankan sempat bergerak variatif pasca kabar ini. Investor masih menunggu pernyataan resmi untuk mengukur arah kebijakan. Sementara itu, pelaku pasar obligasi mulai memperhitungkan kemungkinan intervensi ganda di pasar spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

UPDATE dari Istana menyebutkan, tidak ada keputusan yang diumumkan hari ini, namun komunikasi intensif antara BI dan Kementerian Keuangan akan terus dilakukan. Destry Damayanti sendiri dikenal sebagai bankir senior yang konservatif dan sangat mengutamakan stabilitas. Kehadiran Thomas Djiwandono menambah bobot pertemuan, mengingat pengalamannya di sektor keuangan internasional.

Pertemuan ini juga menjadi ujian pertama bagi Destry sebagai penjabat sementara, apakah ia mampu meyakinkan Presiden sekaligus meredam gejolak pasar. Thomas Djiwandono, yang memiliki latar belakang di Goldman Sachs dan pernah menjabat Kepala Badan Kebijakan Fiskal, diharapkan dapat menjembatani komunikasi antara otoritas moneter dan fiskal.

Sementara itu, pasar saham dan obligasi akan membuka perdagangan Selasa pagi dengan mencermati setiap sinyal dari Istana. Para analis merekomendasikan investor untuk tetap waspada namun tidak panik, karena fundamental ekonomi Indonesia masih solid.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User