Pj Gubernur BI Temui Prabowo di Istana, Thomas Djiwandono Turut Hadir
BREAKING — BARU SAJA. Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin siang ini. Pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto langsung di...
BREAKING — BARU SAJA. Penjabat sementara Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mendatangi Istana Kepresidenan pada Senin siang ini. Pertemuan tertutup dengan Presiden Prabowo Subianto langsung digelar. Menteri Keuangan Thomas Djiwandono juga terlihat memasuki kompleks istana tak lama berselang.
Kehadiran dua tokoh kunci ekonomi ini memicu spekulasi. Sumber internal menyebutkan agenda utama adalah evaluasi situasi moneter terkini. Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan potensi revisi proyeksi inflasi menjadi sorotan.
Kronologi dan Pihak yang Hadir
Destry tiba lebih dulu sekitar pukul 13.30 WIB. Ia didampingi Deputi Gubernur Senior dan sejumlah direktur eksekutif. Lima belas menit kemudian, Thomas Djiwandono menyusul. Keduanya langsung diarahkan ke ruang rapat utama. Tidak ada pernyataan resmi sebelum pertemuan dimulai.
Fakta kunci: Pertemuan ini merupakan komunikasi tingkat tinggi pertama antara otoritas moneter dan fiskal sejak libur Iduladha. Sebelumnya, BI telah menahan suku bunga acuan di level 6,25% pada rapat dewan gubernur pekan lalu.
Isu Strategis yang Dibahas
Berdasarkan dokumen ringkas yang beredar terbatas, tiga poin utama menjadi bahasan: pertama, koordinasi stabilisasi rupiah yang kembali melemah ke atas Rp16.000 per dolar AS dalam perdagangan akhir pekan lalu. Kedua, potensi penyesuaian insentif likuiditas makroprudensial untuk sektor prioritas. Ketiga, sinkronisasi asumsi makro dalam rancangan APBN Perubahan 2026.
Kehadiran Thomas Djiwandono mengindikasikan urgensi sinergi fiskal-moneter. Pemerintah tengah mengkalkulasi ulang target pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak global. BI, di sisi lain, mempertimbangkan ruang pelonggaran terbatas untuk mendorong kredit.
Tidak Ada Keterangan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, baik pihak istana, Kementerian Keuangan, maupun Bank Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi. Awak media hanya diizinkan mengambil gambar dari kejauhan. Seorang pejabat protokol mengatakan konferensi pers kemungkinan baru digelar setelah rapat selesai, diperkirakan menjelang petang.
Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, yang enggan disebutkan namanya, menilai pertemuan ini wajar sebagai bagian dari siklus koordinasi rutin. “Namun kehadiran langsung Presiden menunjukkan ada penekanan khusus pada stabilitas sektor keuangan,” ujarnya.
Respons Pasar dan Ekspektasi
Pasar merespons cepat. Indeks harga saham gabungan sempat naik tipis 0,3% sebelum kembali datar. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun bergerak stabil di kisaran 7,1%. Analis memperkirakan hasil pertemuan akan menjadi sinyal kuat bagi arah kebijakan BI ke depan.
UPDATE: Belum ada keputusan konkret yang bocor ke publik. Namun, komunikasi intens antara BI dan pemerintah menjadi jaminan bahwa setiap langkah kebijakan akan terkalibrasi dengan cermat. Pemantauan terus dilakukan.
Comments (0)