Pimpinan Satnarkoba hingga Anggota Ditangkap Internal
JAKARTA — Bareskrim Polri mengamankan seorang perwira menengah dan enam anak buahnya dalam operasi internal yang mengguncang institusi. Penangkapan ini menandai babak baru pembersihan di tubuh kepol...
JAKARTA — Bareskrim Polri mengamankan seorang perwira menengah dan enam anak buahnya dalam operasi internal yang mengguncang institusi. Penangkapan ini menandai babak baru pembersihan di tubuh kepolisian.
Sasaran Utama
Satu orang dengan pangkat AKP yang menjabat sebagai Kasat Narkoba di wilayah Tangerang Selatan menjadi target utama. Ia diamankan bersama enam anggota satuan yang dipimpinnya. Ketujuhnya diduga kuat terlibat dalam praktik yang justru seharusnya mereka berantas: penyalahgunaan narkotika.
Informasi yang dihimpun menyebutkan penangkapan berlangsung tanpa perlawanan berarti. Tim internal Bareskrim bergerak cepat mengamankan para terduga di sejumlah lokasi berbeda dalam kurun waktu yang hampir bersamaan.
Kronologi Singkat
Operasi senyap ini sudah berlangsung beberapa hari terakhir. Penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup sebelum akhirnya melakukan penjemputan terhadap ketujuh personel tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses pemeriksaan intensif masih bergulir di ruang khusus Bareskrim.
- Total 7 personel diamankan
- 1 orang berpangkat AKP, menjabat Kasat Narkoba
- 6 lainnya anggota satuan
- Diduga terlibat penyalahgunaan narkotika
- Penangkapan dilakukan oleh tim internal Bareskrim Polri
Dugaan Keterlibatan
Penyidik mendalami sejauh mana jaringan ini beroperasi. Bukan tidak mungkin keterlibatan mereka tidak sebatas pemakaian. Pendalaman juga mengarah pada potensi keterlibatan dalam peredaran gelap atau upaya melindungi sindikat tertentu. Penggeledahan di kantor satuan dan kediaman pribadi para terduga telah dilakukan untuk mengamankan barang bukti tambahan.
Publik tentu bertanya-tanya bagaimana mungkin ujung tombak pemberantasan narkoba justru terjerumus dalam lubang yang sama. Pertanyaan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Divisi Propam dan Bareskrim untuk membongkar akar masalahnya.
Respons Institusi
Kadiv Humas Polri membenarkan adanya penindakan terhadap oknum tersebut. Pernyataan resmi menyebutkan bahwa institusi tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelanggaran, apalagi yang dilakukan oleh personel yang seharusnya menjadi garda terdepan. Proses hukum internal berupa sidang kode etik dan pidana umum akan berjalan paralel.
"Tidak ada tempat bagi pengkhianat di tubuh Polri," tegas sumber internal, mengutip arahan pimpinan tertinggi. Seluruh personel yang terbukti bersalah terancam sanksi berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat dan hukuman pidana maksimal.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi Polres Tangerang Selatan. Publik menanti transparansi penuh dan hukuman setimpal bagi para pelaku. Ke depan, pengawasan internal terhadap satuan-satuan narkoba di seluruh Indonesia diperkirakan akan semakin diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemeriksaan masih berlangsung. Perkembangan signifikan akan segera diumumkan kepada publik. Operasi pembersihan internal ini menjadi bukti bahwa Polri serius membenahi diri dari dalam.
Comments (0)