Sep 17, 2026
Bangka Belitung

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah

Di balik riuhnya aktivitas dapur rumah tangga dan industri kuliner nasional, tersembunyi potensi besar yang kini disulap menjadi energi hijau masa depan. P

Pertamina Patra Niaga Kembangkan Bahan Bakar Pesawat dari Minyak Jelantah

Di balik riuhnya aktivitas dapur rumah tangga dan industri kuliner nasional, tersembunyi potensi besar yang kini disulap menjadi energi hijau masa depan. PT Pertamina Patra Niaga secara agresif mengambil langkah strategis dalam mengembangkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan berbasis Used Cooking Oil (UCO), yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai minyak jelantah. Langkah besar ini berpusat di Kilang Cilacap, Jawa Tengah, sebagai bagian dari transformasi energi nasional menuju pemangkasan emisi karbon secara signifikan.

Pengembangan SAF berbasis limbah minyak goreng ini menjadi wujud nyata komitmen industri energi domestik dalam menjawab tantangan perubahan iklim global. Sektor penerbangan selama ini dikenal sebagai salah satu kontributor emisi gas rumah kaca yang cukup besar. Dengan memanfaatkan SAF, industri penerbangan memiliki peluang emas untuk memangkas jejak karbon secara dramatis tanpa perlu melakukan modifikasi ekstrem pada mesin pesawat yang ada saat ini.

Inovasi Hijau dari Dapur hingga Langit

Kilang Pertamina Internasional Unit Cilacap menjadi garda terdepan dalam proses pengolahan teknis SAF ini. Melalui teknologi pemrosesan modern, minyak jelantah yang dikumpulkan dari berbagai rantai pasok lokal dibersihkan, dimurnikan, dan diproses secara kimiawi menjadi molekul hidrokarbon yang setara dengan spesifikasi bahan bakar aviasi standar internasional.

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku utama memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang sangat tinggi. Di satu sisi, pengolahan limbah ini mencegah pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak bekas secara sembarangan ke saluran air. Di sisi lain, SAF yang dihasilkan mampu mengurangi emisi karbon dioksida siklus hidup (life-cycle carbon emissions) hingga 80 persen dibandingkan dengan Avtur konvensional berbasis fosil.

Parameter Perbandingan Avtur Konvensional (Fosil) SAF Berbasis Minyak Jelantah (UCO)
Sumber Bahan Baku Minyak Fosil Terbatas Limbah Minyak Goreng Terbarukan
Reduksi Emisi Karbon 0% (Basis Utama) Hingga 80%
Kompatibilitas Mesin Standar Aviasi Drop-in Fuel (Tanpa Modifikasi)

Kesiapan Kilang Cilacap dan Rantai Pasok Domestik

Pemilihan Kilang Cilacap sebagai basis produksi bukan tanpa alasan. Fasilitas ini memiliki kapabilitas teknis paling canggih serta kapasitas pengolahan yang siap untuk menghasilkan produk kerosin terbarukan dalam skala industri. Direksi Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa inovasi ini menyatukan keandalan operasional dengan visi kelestarian lingkungan jangka panjang.

"Pengembangan SAF berbasis minyak jelantah di Kilang Cilacap merupakan milestone penting bagi transisi energi Indonesia. Kami tidak hanya memproduksi bahan bakar ramah lingkungan, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi sirkular yang melibatkan masyarakat dalam pengumpulan bahan baku," ungkap manajemen Pertamina Patra Niaga dalam keterangannya.

Tantangan utama kini terletak pada pengumpulan minyak jelantah secara konsisten dan berskala besar dari masyarakat serta sektor industri kuliner. Untuk itu, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat jaringan kemitraan rantai pasok lokal. Langkah ini diambil guna memastikan pasokan bahan baku tetap terjaga dan memenuhi standar ketat sertifikasi internasional seperti ISCC (International Sustainability and Carbon Certification) serta regulasi aviasi global CORSIA.

Menuju Era Net Zero Emission 2060

Inovasi bahan bakar terbarukan ini menempatkan Indonesia di jajaran negara pelopor penerapan energi bersih pada sektor transportasi udara di Asia Tenggara. Keberhasilan komersialisasi dan distribusi SAF ke maskapai penerbangan domestik maupun internasional diproyeksikan menjadi pendorong utama tercapainya target nasional menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Dengan dukungan jaringan distribusi Pertamina Patra Niaga yang membentang dari Kilang Cilacap hingga ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) di berbagai bandara strategis, bahan bakar pesawat berbasis minyak jelantah ini siap membawa penerbangan Indonesia terbang lebih hijau di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS pandu-rangga

Reporter Bencana. Spesialisasi mitigasi bencana dan tanggap darurat.

Comments (0)

User