Sep 18, 2026
Nasional

Peneliti Temukan Sinyal Radio Misterius Berulang Menuju Bumi Tiap 125 Menit

JAKARTA — Komunitas astronomi internasional kembali diguncang oleh fenomena luar angkasa yang belum pernah terpetakan sebelumnya. Sejumlah instrumen observ

Peneliti Temukan Sinyal Radio Misterius Berulang Menuju Bumi Tiap 125 Menit

JAKARTA — Komunitas astronomi internasional kembali diguncang oleh fenomena luar angkasa yang belum pernah terpetakan sebelumnya. Sejumlah instrumen observatorium radio di berbagai belahan dunia mendeteksi gelombang elektromagnetik berulang yang mencapai atmosfer Bumi secara teratur setiap 125 menit sekali. Sinyal periodik ini diketahui berasal dari sebuah sistem bintang ganda berjarak ribuan tahun cahaya dari tata surya kita.

Para astronom mengklasifikasikan pancaran tersebut sebagai long-period radio transient, yakni semburan gelombang radio berenergi tinggi yang memiliki ritme denyut jauh lebih lambat dibanding pulsar konvensional, namun teramat konsisten. Fenomena ini menciptakan teka-teki baru mengenai mekanisme fisika ekstrem di alam semesta.

Kronologi Deteksi dan Pemantauan Observatorium Global

Rangkaian pemantauan terhadap anomali gelombang kosmik ini berlangsung melalui beberapa tahapan observasi mendalam:

  1. Deteksi Awal: Teleskop radio berbasis darat mencatat lonjakan emisi radio berenergi kuat yang muncul secara singkat sebelum menghilang secara tiba-tiba ke batas dasar kebisingan antariksa.
  2. Konfirmasi Periodisitas: Pengamatan lanjutan selama berminggu-minggu memastikan bahwa semburan energi tersebut berulang secara presisi setiap 125 menit (2 jam 5 menit).
  3. Triangulasi Koordinat: Tim astrofisika berhasil melacak jejak koordinat sinyal dan mengarahkannya ke sebuah sistem bintang biner eksotis yang terdiri dari objek padat dan bintang pendamping.
"Keteraturan sinyal 125 menit ini sangat menakjubkan sekaligus menantang teori fisika bintang yang ada saat ini. Kami melihat interaksi medan magnetik superkuat yang memompa radiasi ke arah Bumi layaknya mercusuar kosmik raksasa," ungkap salah satu peneliti astrofisika dalam laporan observasi.

Analisis Sumber: Interaksi Ekstrem Sistem Bintang Ganda

Berdasarkan analisis spektroskopi dan polarimetri, para ilmuwan menduga kuat bahwa emisi ini dipicu oleh interaksi antara dua objek bermassa padat. Beberapa hipotesis utama yang dikembangkan para pakar meliputi:

  • Katai Putih Termagnetisasi (Magnetic White Dwarf): Rotasi lambat dari bintang katai putih bermedan magnet tinggi yang berinteraksi dengan angin plasma bintang pasangannya.
  • Magnetar Ultra-Lambat: Bintang neutron dengan medan magnet triliunan kali lipat lebih kuat dari Bumi yang mengalami perlambatan rotasi ekstrem.
  • Pelepasan Energi Plasma Induktif: Hubungan arus pendek magnetik di antara atmosfer kedua bintang yang melepaskan ledakan radio koheren setiap kali orbit keduanya mencapai titik tertentu.

Tantangan Model Astrofisika Modern

Pulsar standar biasanya berputar dan memancarkan sinyal dalam hitungan milidetik hingga detik. Keberadaan pemancar periodik dengan interval 125 menit membuktikan bahwa ada populasi objek antariksa bermagnet yang belum teridentifikasi secara luas. Fenomena ini membuka babak baru dalam riset evolusi bintang sekarat dan materi pada kondisi tekanan gravitasi luar biasa.

Hingga kini, jaringan teleskop radio internasional terus melakukan pengamatan terkoordinasi secara berkala guna mengukur variasi frekuensi dan potensi perlambatan periode denyut sinyal tersebut di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User