Sep 30, 2026
Nasional

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun Percepat Ekosistem Peternakan RI

JAKARTA — Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini ditandai dengan penyiapan anggaran menca

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun Percepat Ekosistem Peternakan RI

JAKARTA — Pemerintah mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini ditandai dengan penyiapan anggaran mencapai Rp17 triliun guna mendongkrak produksi daging nasional, menekan ketergantungan impor, serta memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tekanan global.

Menteri Pertanian menegaskan bahwa dana tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan kawasan peternakan terpadu, pembibitan unggul, pakan mandiri, hingga rantai distribusi yang efisien. Menurutnya, pendekatan hulu-hilir menjadi kunci agar sektor peternakan tidak lagi berjalan setengah-setengah dan mampu bersaing dengan produk impor.

"Kami tidak ingin hanya menambah populasi ternak, tetapi membangun sistem yang utuh. Dari pakan, bibit, kesehatan hewan, sampai rumah potong dan distribusi harus terhubung. Anggaran Rp17 triliun ini adalah investasi jangka panjang," ujar Menteri Pertanian dalam keterangan resminya.

Kronologi dan Rencana Tahapan

Program percepatan ini disusun dalam beberapa tahap yang akan dieksekusi secara bertahap mulai tahun berjalan. Pemerintah menargetkan pembangunan klaster peternakan di sejumlah daerah sentral, seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Nusa Tenggara Barat. Berikut urutan tahapan yang disiapkan:

  1. Pemetaan dan penyiapan lahan di 10 provinsi prioritas, termasuk penyelesaian status lahan dan perizinan lingkungan.
  2. Pembangunan infrastruktur dasar berupa kandang modern, instalasi air, akses jalan, serta unit pengolahan pakan.
  3. Pengadaan bibit unggul dan program inseminasi buatan untuk meningkatkan produktivitas sapi, kambing, dan ayam lokal.
  4. Penguatan layanan kesehatan hewan dan pencegahan wabah melalui pos-pos veteriner di kawasan klaster.
  5. Pembangunan rumah potong hewan berstandar serta rantai dingin untuk menjaga kualitas daging.
  6. Kemitraan dengan peternak kecil, koperasi, dan perusahaan swasta agar hasil produksi terserap pasar.

Pemerintah menargetkan penambahan populasi ternak secara signifikan, khususnya sapi potong dan unggas. Dengan skema kemitraan, peternak kecil diharapkan mendapat akses bibit, pakan, dan pendampingan teknis tanpa harus menanggung seluruh risiko sendiri. Skema ini juga dimaksudkan untuk menekan angka kematian ternak yang selama ini menjadi kendala utama.

Dampak pada Harga dan Impor

Selain mendorong produksi, program ini diarahkan untuk menekan impor daging dan sapi bakalan yang selama bertahun-tahun membebani neraca perdagangan. Pemerintah menilai bahwa dengan ekosistem yang terintegrasi, biaya produksi dalam negeri bisa ditekan sehingga harga daging di pasar lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

Sejumlah pengamat peternakan menyambut positif rencana tersebut, namun mengingatkan pentingnya pengawasan anggaran dan konsistensi pelaksanaan. Menurut mereka, kegagalan program sejenis di masa lalu umumnya terjadi karena lemahnya koordinasi antar kementerian dan daerah, bukan karena kurangnya dana.

"Yang paling menentukan bukan besarnya anggaran, tetapi tata kelola. Jika pengawasan ketat dan target terukur, Rp17 triliun bisa menjadi titik balik bagi kemandirian peternakan nasional," kata seorang analis kebijakan pangan.

Harapan bagi Peternak

Kalangan peternak berharap program ini tidak berhenti pada seremoni. Mereka meminta kepastian harga jual, akses kredit murah, serta perlindungan dari gempuran produk impor. Jika ekosistem terbangun konsisten, sektor peternakan berpotensi menyerap tenaga kerja besar di daerah dan mengurangi urbanisasi.

Pemerintah menegaskan akan melakukan evaluasi berkala setiap triwulan, dengan indikator utama berupa peningkatan populasi ternak, produksi daging, dan penurunan volume impor. Hasil evaluasi akan menjadi dasar penyesuaian anggaran pada tahun berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS yoga-mahendra

Editor Breaking News. Mantan assignment editor TV nasional.

Comments (0)

User