Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pengerjaan megaproyek perbaikan 20 ruas jalan yang telah lama dikeluhkan warga akibat kondisinya yang rusak parah selama bertahun-tahun. Proyek ambisius ini tersebar di sembilan kabupaten dan kota di wilayah Sulsel.

Dimulainya proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Kegiatan groundbreaki

Jul 08, 2026 - 04:29
0 0
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai pengerjaan megaproyek perbaikan 20 ruas jalan yang telah lama dikeluhkan warga akibat kondisinya yang rusak parah selama bertahun-tahun. Proyek ambisius ini tersebar di sembilan kabupaten dan kota di wilayah Sulsel.

Dimulainya proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi. Kegiatan groundbreaking tersebut dipusatkan di Ruas Bua-Rantepao, tepatnya di Desa Tiromanda, Kabupaten Luwu, pada Sabtu (4/7/2026).

Sembilan daerah yang menjadi sasaran perbaikan jalan meliputi Kabupaten Luwu, Toraja Utara, Tana Toraja, Pinrang, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Kota Palopo, dan Kota Makassar.

Anggaran Ratusan Miliar Dikucurkan

Gubernur Andi Sudirman mengungkapkan bahwa peningkatan ruas Bua-Rantepao merupakan bagian dari pengerjaan Paket 6 Proyek Multitahun (Multiyears Project/MYP). Untuk paket ini saja, Pemprov Sulsel menggelontorkan anggaran dengan total nilai mencapai Rp 239 miliar.

"Bismillah, kami memulai pembangunan Paket 6 Multiyears Project Infrastruktur Jalan. Groundbreaking ini kami pusatkan di ruas Bua-Rantepao sebagai salah satu ruas strategis di wilayah Luwu dan sekitarnya," ujar Andi Sudirman dalam keterangan resminya yang diterima media kami.

Andi Sudirman menekankan bahwa ruas Bua-Rantepao dipilih sebagai pusat seremoni karena peran vitalnya dalam menunjang mobilitas dan perekonomian warga di Kabupaten Luwu dan wilayah sekitarnya. Proyek ini diharapkan mampu memperlancar konektivitas antarwilayah serta memangkas waktu tempuh yang selama ini terhambat oleh buruknya infrastruktur.

Dengan dimulainya pengerjaan fisik ini, masyarakat di sembilan daerah terdampak diharapkan segera menikmati akses transportasi yang lebih mulus. Proyek ini sekaligus menjadi bukti keseriusan pemerintah provinsi dalam memperbaiki kualitas infrastruktur dasar secara merata, tidak hanya berfokus di pusat kota tetapi juga hingga ke pelosok daerah di Sulawesi Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fitri-handayani

Reporter Lapangan. Reporter lapangan peristiwa terkini.

Comments (0)

User