Sep 17, 2026
Jawa Timur

PBNU Soroti Integritas Program MBG Usai Santri Sidoarjo Keracunan

Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mem

PBNU Soroti Integritas Program MBG Usai Santri Sidoarjo Keracunan

Insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri di wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, usai menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu sorotan tajam dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pimpinan PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, secara terbuka menekankan pentingnya integritas para pelaksana di lapangan serta menuntut evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program tersebut.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat agar tidak mengabaikan standar higienitas dan kelayakan pangan, mengingat penerima manfaat utama adalah generasi muda dan kalangan santri di lembaga pendidikan keagamaan.

Kronologi Kejadian Dugaan Keracunan di Sidoarjo

Berdasarkan laporan di lapangan, indikasi keracunan terjadi secara bertahap sejak paket makanan didistribusikan hingga akhirnya ratusan santri dilarikan ke fasilitas kesehatan. Berikut adalah urutan kejadian perkara:

  1. Distribusi Makanan: Paket MBG didistribusikan oleh pihak penyedia katering ke lingkungan pesantren menjelang jam makan siang untuk para santri.
  2. Konsumsi dan Gejala Awal: Santri mengonsumsi menu yang disajikan. Selang beberapa jam kemudian, sejumlah santri mulai mengeluhkan pusing, mual, dan sakit perut hebat.
  3. Kondisi Massal Memburuk: Memasuki sore hari, jumlah santri yang mengalami muntah-muntah dan diare meningkat drastis hingga mencapai ratusan orang.
  4. Evakuasi Medis Darurat: Pengurus pesantren bersama relawan dan aparat setempat segera mengevakuasi para korban ke beberapa puskesmas dan rumah sakit terdekat di Sidoarjo guna mendapatkan penanganan medis intensif.

Sorotan Integritas dan Tata Kelola Program

Menanggapi insiden memprihatinkan tersebut, Gus Kikin menegaskan bahwa program pemberian makanan bergizi harus dijalankan dengan standar moral dan integritas yang tinggi. Tata kelola dari hulu ke hilir—mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan—wajib diawasi secara ketat tanpa kompromi.

"Program yang menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak, termasuk para santri, tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan. Integritas penyedia jasa dan pengawas menjadi kunci utama agar niat baik ini tidak justru menimbulkan petaka," tegas Gus Kikin.

PBNU menilai bahwa transparansi dalam rantai pasok dan pemilihan vendor katering harus menjadi prioritas. Jangan sampai demi mengejar target kuantitas atau margin keuntungan tertentu, aspek keselamatan pangan terabaikan.

Rekomendasi Evaluasi dan Standar Pengawasan Ketat

Agar insiden serupa tidak terulang di daerah lain, sejumlah langkah evaluatif dinilai mendesak untuk segera diterapkan oleh otoritas terkait:

  • Audit Menyeluruh Penyedia Jasa: Melakukan investigasi mendalam dan uji laboratorium terhadap sampel makanan, serta mencabut izin rekanan yang terbukti lalai menjaga higienitas.
  • Penerapan SOP Ketat: Menetapkan batas waktu konsumsi yang jelas sejak makanan dimasak hingga disajikan guna mencegah pembusukan atau kontaminasi bakteri.
  • Keterlibatan Dinas Kesehatan: Menempatkan tim pengawas kesehatan berkala di dapur umum penyedia untuk memverifikasi kelayakan sanitasi.

Saat ini, kondisi mayoritas santri di Sidoarjo dilaporkan berangsur membaik setelah menerima cairan infus dan obat-obatan. Pihak berwenang bersama dinas kesehatan setempat masih terus menguji sampel makanan di laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab pasti zat pencemar yang memicu keracunan massal tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User