JAKARTA — Pengurus Besar Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PB Pordi) mengambil langkah strategis guna mentransformasikan permainan domino menjadi cabang olahraga prestasi yang diakui secara luas. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pembinaan atlet sejak usia dini serta penyelenggaraan kompetisi berjenjang, mulai dari tingkat komunitas lokal, daerah, hingga kejuaraan nasional.
Langkah progresif ini ditujukan secara khusus untuk mengikis stigma negatif yang selama puluhan tahun melekat pada permainan domino di tengah masyarakat, di mana aktivitas tersebut kerap diasosiasikan dengan judi dan sekadar pengisi waktu luang tanpa arah prestasi.
Tahapan Transformasi Domino Menuju Olahraga Otak Profesional
PB Pordi menyusun peta jalan komprehensif guna memastikan ekosistem olahraga domino berkembang secara profesional dan terukur. Langkah-langkah strategis ini dieksekusi melalui beberapa tahapan utama:
- Standardisasi Aturan Permainan Nasional: PB Pordi merumuskan dan menerapkan buku panduan peraturan baku yang mengadopsi standar internasional demi menjamin sportivitas dan transparansi di setiap pertandingan.
- Pelatihan dan Lisensi Wasit: Penyelenggaraan sertifikasi wasit serta juri secara berkala di berbagai provinsi untuk memastikan kepemimpinan laga berjalan adil tanpa bias.
- Penyelenggaraan Sirkuit dan Kejuaraan Daerah: Membuka ruang kompetisi berkesinambungan di tingkat kabupaten/kota dan provinsi guna menjaring talenta potensial.
- Penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas): Menjadikan Kejurnas sebagai panggung puncak unjuk kemampuan atlet antarprovinsi dengan sistem pemeringkatan (ranking) resmi.
Dengan format pembinaan yang terstruktur, PB Pordi optimistis bahwa domino dapat ditempatkan sejajar dengan cabang olahraga otak (mind sports) lainnya seperti catur dan bridge, yang menuntut konsentrasi tinggi, ketajaman analisis probabilitas, serta kalkulasi taktik yang presisi.
Membangun Integritas dan Nilai Edukasi Olahraga
Ketua Umum PB Pordi menegaskan bahwa perubahan persepsi publik hanya bisa dicapai apabila seluruh elemen pertandingan dijalankan secara bersih, profesional, dan jauh dari praktik terlarang.
"Domino bukan sekadar permainan meja tradisional, melainkan olahraga asah otak yang sarat dengan strategi matematika, psikologi, dan kerja sama tim. Melalui kompetisi resmi yang tertata rapi dan bebas dari unsur taruhan, kami ingin membuktikan bahwa atlet domino Indonesia mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun bangsa," tegas pengurus PB Pordi dalam keterangan resminya.
Selain fokus pada arena turnamen, PB Pordi juga aktif menjalin kolaborasi dengan institusi pendidikan serta komunitas kepemudaan untuk memperkenalkan domino sebagai sarana pembentukan karakter, melatih kesabaran, serta mengasah kemampuan pengambilan keputusan secara cepat di bawah tekanan kompetitif.
Target Masuk Agenda Resmi Olahraga Nasional
Ke depan, PB Pordi menargetkan keanggotaan penuh di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar domino dapat dipertandingkan secara resmi dalam ajang multicabang seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Kehadiran liga berjenjang dan turnamen terbuka yang konsisten diproyeksikan menjadi katalis utama dalam mempercepat pengakuan resmi tersebut.
Comments (0)