Parkir Liar Picu Macet di Cawang, Dishub Buka Kantong Parkir di Badan Jalan

Jakarta - Kemacetan kronis di kawasan Cawang, Jakarta Timur, kembali menjadi sorotan. Laporan dari tim kami di lapangan mengonfirmasi bahwa titik kemacetan parah yang kerap terjadi di sepanjang Jalan

Jul 07, 2026 - 23:51
0 0
Parkir Liar Picu Macet di Cawang, Dishub Buka Kantong Parkir di Badan Jalan

Jakarta - Kemacetan kronis di kawasan Cawang, Jakarta Timur, kembali menjadi sorotan. Laporan dari tim kami di lapangan mengonfirmasi bahwa titik kemacetan parah yang kerap terjadi di sepanjang Jalan Mayjen Sutoyo sebagian besar dipicu oleh maraknya parkir liar. Kendaraan roda empat maupun roda dua yang diparkir sembarangan, melebihi kapasitas bahu jalan, dan tidak mengikuti aturan baris parkir, menjadi biang keladi tersendatnya arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.

Menanggapi keluhan masyarakat yang semakin ramai, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengambil langkah strategis dengan menerapkan sistem parkir di badan jalan atau yang dikenal dengan istilah parkir on the street. Kebijakan ini tidak berarti membebaskan semua orang parkir di jalan, melainkan penertiban berbasis zonasi pada titik dan waktu tertentu. Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menegaskan bahwa solusi ini bukanlah kebijakan instan. Pihaknya telah melakukan kajian mendalam selama satu tahun terakhir untuk memetakan area rawan parkir liar yang paling berdampak pada kelancaran lalu lintas.

Uji Coba dan Digitalisasi Pembayaran

Harlem menjelaskan bahwa skema parkir on the street ini sempat memasuki masa uji coba yang cukup panjang. Periode uji coba pertama dijalankan mulai Februari hingga November 2025 untuk melihat efektivitas pengelolaan lahan parkir di tepi jalan umum. Dalam skema ini, petugas akan mengatur secara ketat barisan parkir agar tidak melebar dan memakan badan jalan yang seharusnya digunakan untuk kendaraan melaju.

Lebih lanjut, Dishub Jakarta tidak hanya berfokus pada aspek penataan, tetapi juga pada modernisasi sistem pembayaran. Untuk meningkatkan transparansi dan menghindari kebocoran pendapatan daerah dari sektor retribusi, uji coba pembayaran parkir non-tunai menggunakan QRIS telah dilakukan pada Februari 2026. Langkah ini diharapkan mampu memutus mata rantai pungutan liar yang kerap dikeluhkan oleh para pengguna jasa parkir di wilayah tersebut. Dengan adanya integrasi pembayaran digital, masyarakat tidak perlu lagi bertransaksi secara tunai, sehingga proses parkir menjadi lebih cepat, aman, dan tercatat secara resmi dalam sistem pendapatan asli daerah.

Media kami memantau bahwa implementasi sistem parkir terjadwal ini mulai menunjukkan titik terang dalam mengurai simpul kemacetan di Cawang. Meskipun masih terdapat beberapa pengendara yang bandel, kehadiran petugas gabungan dari Sudinhub Jakarta Timur dan UPT Perparkiran Dishub DKI di lapangan cukup efektif menertibkan kendaraan yang parkir di luar zona dan waktu yang telah ditentukan. Dishub berharap, dengan penegakan aturan yang konsisten serta adopsi teknologi pembayaran digital, kawasan Cawang dapat kembali lancar dan tertib, mengakhiri jerat macet yang telah berlangsung selama ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lina-marlina

Fact Checker. Memverifikasi klaim viral secara cepat dan akurat.

Comments (0)

User