Sep 19, 2026
Hukum

OTTAWA — Perang Dagang Memanas, Kanada Bersiap Hadapi Tekanan Tarif Donald Trump

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki fase baru yang kian memanas setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak draf kesepakata

OTTAWA — Perang Dagang Memanas, Kanada Bersiap Hadapi Tekanan Tarif Donald Trump

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki fase baru yang kian memanas setelah Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak draf kesepakatan dagang yang diajukan Presiden Donald Trump. Kebijakan saling balas tarif impor antar-kedua negara tetangga ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai ketahanan ekonomi Kanada yang secara signifikan berukuran lebih kecil dibanding sang raksasa ekonomi dunia.

Kronologi Eskalasi: Dari Penolakan Kesepakatan hingga Aksi Balas Tarif

Hubungan dagang kedua negara memburuk secara cepat dalam beberapa pekan terakhir melalui serangkaian manuver kebijakan:

  1. Bulan Lalu: PM Mark Carney secara resmi menolak usulan kesepakatan dagang dari Washington yang dinilai sangat merugikan kepentingan nasional Kanada.
  2. Awal Pekan: Presiden Donald Trump merespons penolakan tersebut dengan memberlakukan putaran baru tarif masuk bagi produk-produk asal Kanada.
  3. Pertengahan Pekan: Pemerintah Kanada meluncurkan tarif balasan sepadan untuk melindungi industri domestik, yang seketika direspons Trump dengan ancaman denda tarif tambahan pada sektor produk susu hingga minuman beralkohol.
"Itu adalah tawaran yang sangat buruk. Jika Anda tidak memiliki kesepakatan yang memungkinkan untuk disetujui, Anda harus berani meninggalkannya," tegas Drew Fagan, pakar hubungan ekonomi Kanada-AS dari Universitas Toronto.

Ketimpangan Ekonomi yang Mengancam Negeri Pecahan Es

Para analis mengingatkan bahwa pertarungan dagang ini merupakan pertarungan yang tidak seimbang. Perekonomian Amerika Serikat yang bernilai 31 triliun dolar AS tercatat sekitar 13 kali lipat lebih besar dibandingkan ekonomi Kanada. Tingkat ketergantungan Ottawa terhadap pasar AS dinilai sangat unik dan ekstrem jika dibandingkan negara-negara maju lainnya di kawasan Barat.

Sebelum Donald Trump kembali menjabat di Gedung Putih, sekitar 75 persen dari total ekspor Kanada mengalir langsung ke wilayah selatan perbatasan. Kondisi asimetris ini membuat setiap guncangan tarif membawa dampak berlipat ganda bagi dunia usaha serta tenaga kerja di Kanada.

"Kanada adalah pihak yang paling banyak menanggung kerugian dalam skenario apa pun," ujar Wendong Zhang, profesor kebijakan dan ekonomi terapan di Cornell University.

Strategi Retaliasi Terukur: Kunci Menahan Gempuran

Mengingat posisi Kanada yang rentan, para ekonom mendesak pemerintah untuk menghindari pembalasan dagang secara membabi buta. Strategi retaliasi yang diarahkan secara spesifik pada sektor-sektor tertentu dinilai jauh lebih efektif untuk menekan kepentingan politik AS tanpa membebani konsumen domestik.

  • Fokus pada Komoditas Tertentu: Membatasi tarif pada sektor seperti impor minuman anggur dan produk konsumsi non-primer dari AS yang tidak memicu inflasi bagi warga Kanada.
  • Memanfaatkan Tekanan Domestik AS: Mengarahkan respons pada wilayah konstituen penting di AS yang rentan terhadap sentimen penolakan publik Amerika terhadap kebijakan tarif Trump.
  • Menjaga Stabilitas Finansial: Ekonom Senior TD Bank Andrew Hencic menekankan pentingnya langkah cermat demi mencegah kontraksi ekonomi berkepanjangan di tengah ketidakpastian pasar global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User