Olah TKP Klinik Mordent Tuntas, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Tim identifikasi dan forensik Polres Metro Jakarta Timur baru saja menuntaskan pengolahan tempat kejadian perkara di Klinik Mordent, lokasi penemuan jasad Sutrimo. Tiga kan...

Jul 27, 2026 - 20:15
0 0
Olah TKP Klinik Mordent Tuntas, Tiga Barang Bukti Dibawa ke Labfor

JAKARTA, DETIK INI JUGA — Tim identifikasi dan forensik Polres Metro Jakarta Timur baru saja menuntaskan pengolahan tempat kejadian perkara di Klinik Mordent, lokasi penemuan jasad Sutrimo. Tiga kantung kertas berisi barang bukti krusial langsung digelandang ke Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri tanpa jeda.

Proses yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 14.00 WIB. Puluhan personel berseragam dan berbaju sipil menyisir seluruh ruangan klinik, dari lobi utama hingga bilik perawatan tempat korban ditemukan tergolek tak bernyawa. Semua akses menuju bangunan dua lantai itu ditutup total. Warga yang mencoba mendekat segera dialihkan oleh petugas garis polisi.

Barang Bukti Kunci

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Hendri Putra, mengonfirmasi pengamanan tiga bungkusan terpisah yang kini menjadi tumpuan penyidik. "Kami menyita beberapa objek yang punya potensi petunjuk kuat. Semuanya sudah masuk ke Labfor untuk uji forensik, toksikologi, dan DNA," tegasnya di lokasi, Senin (27/7/2026).

Rinciannya: bungkusan pertama berisi benda tumpul yang diduga berkaitan langsung dengan luka pada tubuh korban. Bungkusan kedua menampung sampel cairan dan sisa obat dari tempat kejadian. Bungkusan ketiga adalah sidik jari terduga yang diangkat dari permukaan meja periksa dan gagang pintu. Penyidik belum merilis hasil sementara, namun sumber internal menyebut temuan ini akan mempercepat reka ulang detik-detik kematian Sutrimo.

Dugaan Awal dan Saksi

Sutrimo, pria 37 tahun warga Kelurahan Palmeriam, pertama kali ditemukan oleh perawat klinik pada pagi hari. Saksi mata mengaku melihat klien tersebut masuk seorang diri malam sebelumnya untuk terapi rutin, namun jadwal berikutnya mendapati ruangan terkunci dari dalam. Polisi saat ini memeriksa lima orang saksi, termasuk pemilik klinik dan dua tenaga medis.

"Korban memiliki riwayat penyakit kronis, tapi kami tidak bisa menyimpulkan sebelum hasil Labfor keluar. Luka yang tampak di bagian kepala menimbulkan kecurigaan adanya unsur pidana," ujar sumber penyidik yang enggan dikutip identitasnya.

Langkah Lanjutan

Polisi kini mengantongi rekaman CCTV dari minimarket dan rumah makan sekitar klinik. Analisis digital tengah berlangsung untuk melacak pergerakan korban sebelum ajal. Tim juga mengumpulkan data ponsel dan riwayat komunikasi Sutrimo. Pihak klinik belum bersedia memberi keterangan terbuka, namun perizinan operasional sementara dibekukan.

Kepala Puslabfor Brigjen Pol. Dimas Arya memastikan hasil pemeriksaan tiga bungkusan itu akan dirilis dalam 48 jam ke depan. "Kami memahami urgensi. Setiap sampel akan dikerjakan paralel," janjinya. Keluarga korban yang tiba di lokasi sore tadi mendapat pendampingan unit perlindungan perempuan dan anak. Mereka menolak diwawancarai, namun memohon aparat agar bekerja transparan.

Kecepatan pengiriman barang bukti ini diharapkan mencegah spekulasi liar yang sudah merebak di media sosial. Warganet mengaitkan kasus ini dengan rentetan kematian mencurigakan di fasilitas kesehatan alternatif. Polisi sendiri menegaskan belum ada keterkaitan hingga bukti berbicara.

"Kami minta masyarakat sabar. Ini bukan perkara sederhana. Begitu hasil Labfor turun, kami akan paparkan sejelas-jelasnya," tutup AKBP Hendri Putra sambil memasuki mobil dinasnya.

BREAKING ini akan terus diperbarui. Tim Detik Ini Juga bersiaga 24 jam memantau perkembangan pengusutan kematian Sutrimo di Klinik Mordent.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User