Sep 19, 2026
Nasional

NEW DELHI — Putin Sebut Perdagangan BRICS Tembus 1,2 Triliun Dolar AS

Suasana penuh dinamika geopolitik mewarnai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di New Delhi, India. Di hadapan para pemimpin negara angg

NEW DELHI — Putin Sebut Perdagangan BRICS Tembus 1,2 Triliun Dolar AS

Suasana penuh dinamika geopolitik mewarnai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di New Delhi, India. Di hadapan para pemimpin negara anggota, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan pencapaian monumental yang menandai pergeseran poros kekuatan ekonomi global. Dalam pidato utamanya, Putin mengumumkan bahwa total volume perdagangan antaranggota blok BRICS kini telah menembus angka fantastis 1,2 triliun dolar AS (sekitar Rp19.200 triliun). Angka ini menjadi bukti nyata bahwa integrasi ekonomi di antara negara-negara berkembang semakin kokoh di tengah tekanan ketidakpastian global dan sanksi sepihak dari negara-negara Barat.

Pertumbuhan pesat ini tidak terjadi secara kebetulan. Sejak perluasan keanggotaan dan peningkatan intensitas kerja sama bilateral maupun multilateral, BRICS yang kini mencakup kekuatan ekonomi baru di Timur Tengah, Afrika, hingga Latin Amerika terus menggenjot transaksi menggunakan mata uang lokal. Langkah strategis ini diambil guna mengurangi ketergantungan kronis terhadap mata uang dolar AS yang dinilai kerap dijadikan instrumen tekanan politik luar negeri.

Dedolarisasi dan Lonjakan Nilai Transaksi Intra-BRICS

Dalam pemaparannya, Putin menekankan bahwa lonjakan nilai perdagangan ini didorong oleh diversifikasi komoditas serta penguatan alur logistik baru antarnegara anggota. Sektor energi, pertanian, teknologi, hingga manufaktur menjadi penopang utama peningkatan arus barang dan jasa secara masif. Menurut Putin, penggunaan mata uang nasional seperti Rubel, Rupee, dan Yuan dalam transaksi pembayaran telah mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah aliansi ini.

"Kerja sama di antara negara-negara BRICS terbukti tangguh dan terus berkembang pesat tanpa bergantung pada tatanan keuangan lama yang diskriminatif. Angka perdagangan 1,2 triliun dolar AS ini hanyalah awal dari era baru di mana kedaulatan ekonomi setiap anggota dihormati secara seimbang," tegas Presiden Vladimir Putin di hadapan para delegasi KTT BRICS.

Ia juga menambahkan bahwa tren positif ini akan terus berlanjut seiring dengan penyempurnaan sistem pembayaran independen yang sedang dirancang oleh aliansi. Langkah ini dipandang oleh para pengamat sebagai sinyal kuat hilangnya dominasi mutlak lembaga keuangan Barat dalam mengatur transaksi lintas batas negara.

Untuk memberikan gambaran mengenai melesatnya performa ekonomi aliansi ini, berikut adalah perbandingan indikator utama pertumbuhan integrasi ekonomi BRICS dalam beberapa tahun terakhir:

Indikator Ekonomi BRICS Periode Sebelumnya Capaian Saat Ini
Total Volume Perdagangan Intra-BRICS 600 Miliar Dolar AS 1,2 Triliun Dolar AS
Porsi Pembayaran Mata Uang Lokal Kurang dari 20% Mencapai lebih dari 65%
Kontribusi terhadap PDB Global (PPP) 31,5% Menembus 36,8%

Membangun Tatanan Finansial Multipolar yang Mandiri

Tidak hanya fokus pada komoditas perdagangan konvensional, KTT di New Delhi ini juga menjadi panggung penting untuk membahas arsitektur keuangan masa depan. Penguatan New Development Bank (NDB) serta pengembangan platform pembayaran digital berbasis teknologi terdesentralisasi—yang dikenal dengan wacana BRICS Pay—menjadi agenda prioritas yang mendapat dukungan luas dari seluruh kepala negara yang hadir.

Beberapa pilar utama yang disepakati untuk mempercepat akselerasi ekonomi antaranggota meliputi:

  • Pengembangan Koridor Logistik Baru: Membangun rute perdagangan Selatan-Selatan yang lebih efisien dan bebas dari gangguan blokade geopolitik.
  • Harmonisasi Regulasi Perbankan: Memfasilitasi kliring mata uang nasional agar proses transaksi bisnis tidak lagi membutuhkan perantara mata uang ketiga.
  • Ketahanan Energi dan Pangan: Memastikan pasokan minyak, gas, pupuk, dan komoditas pangan pokok tetap lancar di antara negara-negara anggota.

Analis ekonomi internasional menilai bahwa lonjakan nilai perdagangan ini menandai fajar baru bagi perekonomian Global South. "Negara-negara berkembang kini tidak lagi bersikap pasif. Mereka secara aktif membangun ekosistem ekonomi alternatif yang tahan terhadap guncangan eksternal," ujar seorang ekonom senior saat merespons pidato tersebut. Dengan angka perdagangan yang menembus 1,2 triliun dolar AS, BRICS telah membuktikan diri bukan sekadar forum diskusi politik, melainkan kekuatan ekonomi riil yang siap menyeimbangkan tatanan dunia.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT BRICS di New Delhi mengumumkan pencapaian sejarah: perdagangan antaranggota menembus 1,2 triliun USD. Poin Penting: - Porsi penggunaan mata uang lokal melonjak hingga lebih dari 65%. - BRICS mendorong percepatan infrastruktur keuangan mandiri (BRICS Pay). - Koridor logistik baru Selatan-Selatan terus diperkuat. Berita lengkap di Beritatercepat.com

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User