Monumen Kudatuli Diresmikan, Peringatan 30 Tahun Tragedi 27 Juli

BARU SAJA: Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Kudatuli pagi ini. Pendirian monumen ini menandai tepat 30 tahun peristiwa berdarah penyerbuan kantor partai pada 27 Ju...

Jul 28, 2026 - 04:33
0 0
Monumen Kudatuli Diresmikan, Peringatan 30 Tahun Tragedi 27 Juli

BARU SAJA: Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meresmikan Monumen Kudatuli pagi ini. Pendirian monumen ini menandai tepat 30 tahun peristiwa berdarah penyerbuan kantor partai pada 27 Juli 1996.

Detik-detik Peresmian

Prosesi dimulai pukul 07.30 WIB di lokasi bersejarah Jalan Diponegoro 58, Jakarta Pusat. Hadir jajaran elite partai, keluarga korban, serta para penyintas. Megawati tampak mengenakan busana serba hitam, didampingi Sekjen Hasto Kristiyanto dan sejumlah tokoh senior.

Monumen setinggi lima meter itu menampilkan siluet tangan mengepal dan patahan rantai. Pada bagian dasarnya terukir deretan nama—dua puluh satu nyawa melayang dalam tragedi yang mengguncang Orde Baru.

"Kami tidak mendirikan ini untuk membuka luka lama," tegas Megawati dalam pidatonya. "Tapi agar generasi mendatang tahu: demokrasi yang kita nikmati hari ini dibayar mahal."

Fakta-Fakta Kunci

  • Lokasi: Eks Kantor DPP PDI, Jl. Diponegoro 58, Menteng.
  • Korban: 21 jiwa, ratusan luka-luka, puluhan hilang paksa.
  • Pelaku: Massa berseragam preman yang diduga kuat dikendalikan aparat rezim kala itu.
  • Dampak Politik: Memicu gelombang protes mahasiswa yang berujung reformasi 1998.

Janji Merawat Ingatan

Monumen ini akan menjadi ruang belajar sejarah. PDI Perjuangan berencana membuka akses bagi pelajar dan peneliti mulai September mendatang. Dokumentasi digital lengkap— dari kronologi, rekaman video, hingga kesaksian korban—sedang digodok untuk dipamerkan secara berkala.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat disebut telah mengeluarkan izin permanen. Bahkan, Dinas Kebudayaan menyatakan siap membantu konservasi. "Ini bukan hanya aset partai, tapi juga milik bangsa," ujar Kepala Dinas dalam sambutannya.

Kilas Balik Tragedi

Kudatuli—singkatan dari Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli—adalah babak gelap perpolitikan Indonesia. Kantor DPP PDI yang saat itu dipimpin Megawati diserbu kelompok pendukung Soerjadi yang baru saja diangkat sebagai ketua umum tandingan lewat kongres ilegal Medan. Serbuan berubah menjadi pembantaian. Gedung dibakar, aktivis dipukuli, sejumlah simpatisan partai dinyatakan hilang tanpa jejak.

Insiden ini tercatat sebagai pembakaran kantor partai politik pertama dalam sejarah republik. Dunia internasional bereaksi keras. Tekanan global ikut memperlemah cengkeraman rezim Orde Baru.

Makna Bagi Demokrasi

"Monumen ini bukan sekadar tugu," tutur Megawati menutup pidato. "Ia adalah alarm. Jika suatu saat kekuasaan kembali merusak konstitusi, ingatlah Kudatuli."

Pengamat politik menilai langkah ini strategis. Menanam narasi perjuangan di tengah memudarnya ingatan kolektif generasi muda. Berdiri tegak di pusat ibu kota, Monumen Kudatuli kini menjadi saksi bisu bahwa luka sejarah tak boleh ditutup.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User