Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Ketiga Iran

TEHERAN, Iran — Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, secara resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar)

Jul 12, 2026 - 18:54
0 0
Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Ketiga Iran

TEHERAN, Iran — Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, secara resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi (Rahbar) ketiga Republik Islam Iran. Keputusan bersejarah ini diambil oleh Majelis Ahli (Majles-e Khobregan) dalam sidang darurat yang berlangsung pada Minggu (16/3/2025), hanya berselang 48 jam setelah wafatnya Ayatollah Ali Khamenei pada usia 86 tahun.

Kantor Pemimpin Tertinggi Iran merilis foto resmi Mojtaba Khamenei yang diambil pada Oktober 2024, di mana ia tampak memakai sorban hitam dan jubah ulama. Pengumuman ini mengakhiri spekulasi panjang mengenai suksesi di puncak kekuasaan Iran, mengingat posisi Rahbar memiliki kendali mutlak atas militer, peradilan, media, dan kebijakan luar negeri negara itu.

Kronologi Suksesi dalam 72 Jam

Berikut urutan peristiwa penting yang mengantarkan Mojtaba Khamenei ke tampuk kekuasaan tertinggi Iran:

  1. Jumat (14/3/2025) pukul 21.17 waktu Teheran: Kantor Pemimpin Tertinggi mengumumkan wafatnya Ayatollah Ali Khamenei setelah perawatan intensif selama tiga pekan di Rumah Sakit Khamenei Teheran akibat komplikasi jantung.
  2. Sabtu (15/3/2025) pagi: Dewan Keamanan Nasional menggelar rapat tertutup yang menetapkan masa berkabung nasional selama tujuh hari. Seluruh aktivitas politik dan militer berada dalam status siaga tinggi.
  3. Sabtu (15/3/2025) malam: Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama senior mengadakan sidang luar biasa di Gedung Majelis Lama, Qom. Sidang dipimpin oleh Ayatollah Ahmad Jannati, Ketua Majelis Ahli yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan Wali Amanat.
  4. Minggu (16/3/2025) dini hari: Melalui pemungutan suara tertutup, Mojtaba Khamenei memperoleh 62 suara dari 88 anggota — melebihi syarat mayoritas mutlak. Calon lain yang disebut-sebut, Ayatollah Alireza Arafi, hanya meraih 21 suara, sementara 5 suara abstain.
  5. Minggu (16/3/2025) pukul 10.00: Ayatollah Ahmad Jannati membacakan dekret pengangkatan di hadapan sidang pleno Majelis Ahli. Pelantikan akan dilangsungkan dalam 30 hari ke depan bersamaan dengan sidang tahunan Majelis.

Profil Singkat Mojtaba Khamenei

Mojtaba Hosseini Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Masyhad, Provinsi Khorasan Razavi. Ia menempuh pendidikan di Hauzah Ilmiyah Qom dan dikenal sebagai ulama muda yang dekat dengan lingkaran kekuasaan konservatif. Meski tidak pernah menduduki jabatan pemerintahan resmi, perannya di balik layar sangat berpengaruh — terutama dalam Garda Revolusi (IRGC) dan Basij.

Ia menikah dengan putri mantan Ketua Parlemen Gholam-Ali Haddad-Adel pada 2005, yang semakin mengukuhkan posisinya di jaringan elite politik Iran. “Mojtaba bukan hanya sekadar putra seorang pemimpin, melainkan juga arsitek penting di balik strategi pertahanan dan kebijakan nuklir Iran selama dua dekade terakhir,” ujar Reza Taghizadeh, analis politik Timur Tengah dari University of London.

Tantangan di Depan Mata

Terpilihnya Mojtaba Khamenei menuai beragam reaksi — dari dukungan luas kelompok konservatif hingga kritik tajam kalangan reformis yang mencium aroma dinasti politik. Namun, yang lebih mendesak adalah sejumlah tantangan besar yang menanti:

  • Krisis ekonomi: Iran masih bergulat dengan inflasi di atas 47% dan nilai tukar Rial yang anjlok hingga 780.000 per dolar AS di pasar gelap.
  • Negosiasi nuklir: Pembicaraan dengan Barat mengenai JCPOA masih buntu. China dan Rusia mendorong format baru yang belum mendapat restu AS.
  • Tekanan geopolitik: Konflik proksi di Lebanon (Hizbullah) dan ketegangan di Laut Merah bersama Houthi Yaman menuntut respons cepat.
  • Legitimasi domestik: Gelombang protes 2022-2023 masih menyisakan residu kekecewaan generasi muda terhadap sistem Velayat-e Faqih.
"Transisi ini adalah ujian terberat bagi Republik Islam sejak Revolusi 1979. Dunia akan melihat apakah Mojtaba mampu menjaga koherensi sistem atau malah menciptakan friksi baru di internal elite," tulis Dr. Fatima Sadeghi dalam artikelnya di Tehran Times edisi Senin (17/3).

Respons Internasional

Kementerian Luar Negeri Rusia menjadi salah satu yang pertama mengucapkan selamat, diikuti China dan Pakistan. Sementara itu, Uni Eropa menyatakan harapan agar kepemimpinan baru membuka ruang dialog. Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi hingga Senin sore WIB.

Dengan Mojtaba Khamenei di tampuk kekuasaan, Iran memasuki era yang oleh banyak pengamat disebut sebagai "fuse yang belum tentu meledak." Stabilitas kawasan dan arah reformasi kini berada di tangan ulama berusia 56 tahun yang telah menyaksikan tiga generasi perjuangan revolusi.

[SOCIAL_TWEET]: BREAKING: Mojtaba Khamenei resmi terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi ketiga Iran menggantikan ayahnya. Putra kedua Ali Khamenei itu meraih 62 suara di Majelis Ahli. Iran memasuki era baru yang penuh tantangan ekonomi dan geopolitik. #Iran #MojtabaKhamenei #PemimpinTertinggi[SOCIAL_TG]: 🔴 Breaking News: Mojtaba Khamenei terpilih jadi Pemimpin Tertinggi baru Iran. Putra kedua Ali Khamenei dapat 62 suara di Majelis Ahli. Iran era baru dimulai. #Iran

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User