Sep 18, 2026
Nasional

Modus Baru Pembobolan WhatsApp Lewat Video Call Mengancam Data Pribadi Pengguna

Para pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan modus kejahatan siber baru yang memanfaatkan fitur pang

Modus Baru Pembobolan WhatsApp Lewat Video Call Mengancam Data Pribadi Pengguna

Para pengguna aplikasi pesan instan WhatsApp diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan modus kejahatan siber baru yang memanfaatkan fitur panggilan video (video call). Pelaku kejahatan digital kini mengembangkan skema rekayasa sosial yang lebih canggih untuk mengambil alih akun korban hingga mencuri dokumen serta foto pribadi demi kepentingan pemerasan.

Modus operandi ini tidak hanya menyasar kalangan tertentu, melainkan menyasar masyarakat umum secara acak. Dalam praktiknya, penyerang memanfaatkan kelengahan psikologis korban saat menerima panggilan video dari nomor tidak dikenal.

Kronologi dan Pola Serangan Siber via Video Call

Berdasarkan laporan dan analisis pakar keamanan siber, berikut tahapan runtut yang kerap dijalankan pelaku dalam melancarkan aksinya:

  1. Kontak Awal dari Nomor Asing: Pelaku menghubungi calon korban secara tiba-tiba menggunakan panggilan video dari nomor yang tidak terdaftar di buku kontak, sering kali memasang foto profil menarik atau menyamar sebagai figur resmi.
  2. Perekaman Layar dan Manipulasi Visual: Saat korban mengangkat panggilan, pelaku segera merekam tangkapan wajah korban. Dalam beberapa kasus, pelaku menampilkan tayangan tidak senonoh atau memanipulasi tampilan visual korban menggunakan teknologi manipulasi digital (deepfake).
  3. Manipulasi Fitur Berbagi Layar (Screen Sharing): Pelaku mengarahkan korban untuk menekan tombol berbagi layar dengan dalih teknis atau verifikasi akun, yang secara tidak sadar memperlihatkan kode otentikasi (OTP) serta galeri foto di ponsel korban.
  4. Pengambilalihan Akun dan Pemerasan: Berbekal rekaman video hasil manipulasi atau kode OTP yang bocor, pelaku langsung mengambil alih akun dan mengancam menyebarkan tangkapan foto pribadi korban ke daftar kontak jika uang tebusan tidak dibayarkan.

Ancaman Nyata Pembobolan Privasi dan Rekayasa Sosial

Penyalahgunaan fitur panggilan video menandai pergeseran taktik peretas dari serangan berbasis tautan (phishing) menuju eksploitasi interaksi langsung secara visual. Ketika pelaku berhasil mengakses perangkat melalui fitur screen sharing, seluruh informasi sensitif termasuk kredensial perbankan dan data percakapan pribadi dapat terekspos secara real-time.

"Pelaku kejahatan siber saat ini sangat lihai memanfaatkan kepanikan korban. Panggilan video digunakan untuk menjebak korban secara visual dan psikologis agar mematuhi instruksi fatal seperti membagikan layar ponsel atau membacakan kode rahasia," ungkap pengamat keamanan siber dalam keterangannya.

Langkah Pencegahan untuk Melindungi Akun WhatsApp

Guna mengantisipasi potensi kerugian materiil maupun nonmateriil, pengguna disarankan segera mengaktifkan fitur-fitur perlindungan privasi yang telah disediakan oleh platform:

  • Aktifkan Fitur 'Bisukan Panggilan Tidak Dikenal': Manfaatkan menu privasi WhatsApp untuk secara otomatis membisukan panggilan masuk dari nomor yang tidak ada di daftar kontak.
  • Jangan Pernah Bagikan Layar ke Orang Asing: Hindari menekan fitur screen sharing saat melakukan panggilan dengan pihak yang identitasnya belum terverifikasi secara sah.
  • Pasang Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification): Tambahkan lapisan keamanan berupa 6 digit PIN rahasia untuk mencegah pembobolan akun meskipun kode OTP diketahui pihak lain.
  • Segera Blokir dan Laporkan Nomor Mencurigakan: Jika menerima panggilan janggal, segera putus sambungan, simpan tangkapan layar bukti, lalu lakukan pemblokiran serta pelaporan melalui menu aplikasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tasya-kamila

Social Media Editor. Mengelola distribusi breaking news lintas platform.

Comments (0)

User