GRESIK — Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam merancang sistem perlindungan anak bagi keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) menuai pengakuan di level nasional. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, resmi menerima anugerah Kepala Daerah Inspiratif berkat program yang tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga memutus rantai kerentanan anak-anak yang ditinggalkan.
Kabupaten Gresik merupakan salah satu kantong pekerja migran terbesar di Indonesia. Setiap tahun, ribuan warganya berangkat ke berbagai negara, meninggalkan anak-anak yang harus berjuang sendiri menghadapi kerasnya kehidupan. Situasi ini kerap memicu masalah sosial serius, seperti meningkatnya perkawinan usia dini dan pekerja anak.
Model Perlindungan Terpadu
Program yang diusung tidak sekadar bantuan ekonomi, melainkan membangun pusat layanan terpadu di tingkat kecamatan. Setiap anak PMI didata secara digital, dipantau perkembangan pendidikannya, dan diberikan akses prioritas ke layanan kesehatan serta konseling psikologi. Pemerintah desa dilibatkan aktif sebagai garda terdepan pendampingan, sehingga tidak ada anak yang luput dari perhatian.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak PMI di Gresik tetap mendapatkan haknya untuk tumbuh optimal, meski orang tua mereka mencari nafkah jauh dari rumah,” ujar Fandi dalam sambutannya. Pernyataan ini menegaskan pendekatan yang menempatkan anak sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Inovasi Digital dan Dampak Nyata
Sistem bernama SIPP (Sistem Informasi Perlindungan Pekerja Migran) menjadi tulang punggung program. Terintegrasi dengan data kependudukan, aplikasi ini memungkinkan petugas lapangan melaporkan kondisi anak secara real-time. Sejak dijalankan pada 2024, program ini berhasil menekan angka putus sekolah anak PMI hingga 35 persen. Data Dinas Sosial menunjukkan, dari 1.200 anak PMI yang terdata, tingkat partisipasi sekolah meningkat dari 65% menjadi 88% dalam dua tahun terakhir. Angka putus sekolah yang semula 25% kini tersisa kurang dari 10%. Model ini kini dinilai layak direplikasi ke daerah lain dengan karakteristik serupa.
Anugerah Kepala Daerah Inspiratif diberikan oleh kementerian yang membidangi urusan dalam negeri berdasarkan penilaian ketat terhadap inovasi daerah. Gresik menjadi satu-satunya kabupaten yang diakui khusus untuk bidang perlindungan anak PMI, menandakan keunikan pendekatan yang diterapkan. Kementerian terkait bahkan berencana mengadopsi skema pendataan terpadu ini sebagai standar nasional dalam perlindungan anak pekerja migran.
Masyarakat Gresik menyambut positif pengakuan nasional ini. “Program ini benar-benar membantu anak saya yang ditinggal kerja di Malaysia,” ujar Siti Nurhayati, warga Kecamatan Dukun yang putranya kini mendapatkan beasiswa. Tokoh pemuda setempat juga menekankan pentingnya pendekatan preventif agar anak-anak PMI tidak kehilangan masa depan.
Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa ke depan, program ini akan diperluas dengan melibatkan sektor swasta untuk menciptakan lapangan kerja alternatif, sehingga orang tua tidak perlu meninggalkan anak demi mencari nafkah. “Kami ingin mengurangi jumlah PMI dengan menciptakan kemandirian ekonomi di desa,” katanya.
Dengan pengakuan ini, Gresik tidak hanya menjadi kabupaten pengirim PMI terbesar di Jawa Timur, tetapi juga menjadi rujukan kebijakan sosial yang berdampak langsung pada generasi penerus. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi lokal mampu menggerakkan perubahan di tingkat nasional.
Comments (0)