BARU SAJA — Menteri PANRB Rini Widyantini memimpin ziarah ke makam dua mantan menteri sebagai pembuka peringatan Hari Jadi ke-67 kementeriannya, Senin pagi ini. Rombongan bergerak khidmat menuju Taman Makam Pahlawan Kalibata saat matahari belum tinggi. Langkah ini menegaskan penghormatan tanpa jeda pada para pendahulu yang telah menorehkan tinta emas reformasi birokrasi.
Dua pusara yang dituju milik Almarhum Syafruddin dan Almarhum Tjahjo Kumolo. Keduanya pernah memimpin Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan ciri khas masing-masing. Syafruddin dikenal sebagai birokrat disiplin yang merintis penyederhanaan eselonisasi. Tjahjo Kumolo diingat sebagai motor penguatan integritas ASN dan pembongkaran sindikat jual-beli jabatan.
Tabur Bunga dan Doa Bersama
Suasana hening menyelimuti area makam. Menteri Rini menaburkan bunga di atas kedua pusara secara bergantian. Ia didampingi Sekretaris Kementerian, sejumlah deputi, serta staf khusus. Doa bersama dipimpin langsung oleh rohaniwan yang sengaja dihadirkan. Tidak ada pidato panjang, hanya refleksi sunyi yang menusuk.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Rini menyampaikan pesan singkat kepada awak media. Ia menegaskan bahwa ziarah ini bukan sekadar seremoni tahunan. "Ini pengingat bahwa birokrasi yang gesit dan bersih adalah warisan yang harus kami hidupkan setiap hari," ujarnya tegas. Rini juga menyebut nama kedua almarhum sebagai patron yang membuatnya terus menyalakan api reformasi birokrasi.
Fakta Kunci Ziarah
- Lokasi: Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.
- Waktu: Senin pagi, pukul 07.00 WIB, awal rangkaian HUT ke-67.
- Tokoh yang diziarahi: Almarhum Syafruddin dan Almarhum Tjahjo Kumolo.
- Pemimpin ziarah: Menteri PANRB Rini Widyantini.
- Hadir: Jajaran eselon I, staf khusus, dan keluarga besar KemenPAN-RB.
- Makna: Menghidupkan nilai pengabdian dan integritas para pendahulu.
Kementerian PANRB menegaskan bahwa ziarah ini akan menjadi tradisi pembuka sebelum puncak peringatan. Rangkaian kegiatan lainnya meliputi bakti sosial, seminar reformasi birokrasi, hingga pemberian penghargaan bagi ASN inspiratif. Puncak HUT ke-67 sendiri dijadwalkan berlangsung akhir pekan ini dengan sorotan utama pada capaian digitalisasi layanan publik.
Rini menutup ziarah dengan menandatangani prasasti kecil di buku tamu makam. Ia berjanji mempercepat transformasi birokrasi seperti yang dicita-citakan Syafruddin dan Tjahjo Kumolo. "Tanpa mereka, mesin birokrasi kita tidak akan seefisien sekarang," tulisnya.
Comments (0)