Mensos Gus Ipul Puji Canvas of Dreams 2026 di Jakarta
BARU SAJA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang karib disapa Gus Ipul, mengapresiasi penyelenggaraan pameran seni bertajuk Canvas of Dreams 2026 di Jakarta, Sabtu (27/7). Acara yang digelar di sebu...
BARU SAJA — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang karib disapa Gus Ipul, mengapresiasi penyelenggaraan pameran seni bertajuk Canvas of Dreams 2026 di Jakarta, Sabtu (27/7). Acara yang digelar di sebuah pusat kebudayaan ini menampilkan 50 karya lukis dan instalasi buatan 150 pelajar sekolah dasar hingga menengah pertama, termasuk 30 anak penyandang disabilitas.
Menteri menyebut pameran ini sebagai langkah konkret mewujudkan Indonesia inklusif. “Anak-anak ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berkarya,” tegasnya saat membuka acara.
Fakta Cepat Acara
- 150 peserta dari 25 SD dan SMP di DKI Jakarta
- 30 peserta merupakan difabel netra, rungu, dan fisik
- 50 karya dipajang sejak pagi hingga petang
- 2 hari durasi pameran tanpa tiket
- 5 kategori lomba digelar secara paralel
Proses Seleksi dan Karya
Canvas of Dreams lahir dari proses kurasi ketat sejak tiga bulan sebelumnya. Panitia membuka pendaftaran daring dan menerima lebih dari 300 pengajuan. Setelah asesmen, terpilih 150 peserta yang diundang mengikuti lokakarya intensif selama dua minggu.
Karya yang dipamerkan beragam: mulai dari lukisan kanvas bertema lingkungan, patung daur ulang, hingga instalasi digital interaktif. Peserta difabel mendapatkan pendampingan khusus dari seniman profesional, sehingga mereka bisa mengekspresikan ide tanpa batas.
Respons Pengunjung dan Pendamping
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme tinggi. Ratusan orangtua dan guru mendampingi anak-anak memenuhi aula. “Ini pengalaman pertama anak saya ikut pameran besar. Dia bangga sekali,” ujar Rina, ibu dari salah satu peserta rungu.
Salah satu koordinator acara mengungkapkan bahwa event ini sekaligus menjadi ajang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya inklusi di sektor seni. Pihaknya juga menggandeng sejumlah komunitas disabilitas untuk ikut merancang aksesibilitas lokasi.
Dukungan Kemensos
Gus Ipul tidak hanya hadir sebagai simbol. Kementerian Sosial, melalui program Genta Inklusi, menyediakan beasiswa seni bagi 10 peserta terpilih. Beasiswa itu mencakup pembinaan lanjutan selama enam bulan di sanggar-sanggar ternama Jakarta.
“Kami ingin membuktikan bahwa negara hadir bagi setiap anak, tanpa terkecuali. Seni adalah jalan,” kata Gus Ipul menutup sambutan.
Sementara itu, pameran ini direncanakan akan berkeliling ke lima kota besar di Indonesia sepanjang tahun 2026 sebagai bagian dari kampanye inklusi nasional.
Comments (0)