Mensos Gus Ipul Apresiasi Pameran Seni Inklusif SD-SMP di Jakarta
BARU SAJA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pameran seni rupa bertajuk Canvas of Dreams 2026. Pameran yang berlangsung di ...
BARU SAJA, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan pameran seni rupa bertajuk Canvas of Dreams 2026. Pameran yang berlangsung di Jakarta pada Senin (27/7/2026) ini melibatkan pelajar tingkat SD dan SMP, termasuk anak-anak penyandang disabilitas.
Pameran tahunan ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen pemerintah dalam mendorong inklusi sosial. Gus Ipul menegaskan bahwa seni adalah hak semua anak. "Kita ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal. Melalui kanvas dan warna, mereka bisa berbicara, menyampaikan mimpi, dan menunjukkan bakat tanpa batas," ujarnya saat pembukaan.
Partisipasi Luas dan Apresiasi Pemerintah
Lebih dari 200 pelajar dari 40 sekolah di DKI Jakarta, Bekasi, dan Tangerang berpartisipasi dalam pameran ini. Mereka memamerkan 150 karya yang mencakup lukisan cat air, akrilik, kriya daur ulang, hingga seni instalasi sederhana. Kehadiran anak-anak berkebutuhan khusus memberikan warna tersendiri. Sebanyak 30 peserta merupakan penyandang disabilitas fisik, sensorik, maupun intelektual yang didampingi oleh guru pendamping khusus dan terapis.
Menteri Sosial menyampaikan bahwa pameran ini sejalan dengan program Kemensos dalam memperluas akses seni dan budaya bagi kelompok rentan. "Setiap goresan kuas adalah suara. Pameran ini membuktikan bahwa disabilitas bukan penghalang untuk berkarya dan berkontribusi," tambahnya.
Sorotan Karya dan Momen Inspiratif
Salah satu karya yang mencuri perhatian adalah lukisan bertema "Pelangi Setelah Hujan" karya Dinda (11), siswi tunadaksa asal Jakarta Timur. Dengan keterbatasan gerak pada kedua tangan, Dinda melukis menggunakan mulut. Lukisannya yang cerah menggambarkan pemandangan pedesaan dengan langit penuh warna. "Saya ingin bilang bahwa setelah susah pasti ada senang, seperti pelangi," kata Dinda lirih.
Pengunjung juga dimanjakan dengan instalasi interaktif dari siswa SMP Luar Biasa yang mengajak audiens merasakan sensasi melukis dengan mata tertutup. Kegiatan ini mendapat respons antusias dari para tamu undangan termasuk jajaran pejabat Kemensos.
- 20 karya terbaik mendapat penghargaan langsung dari Menteri Sosial.
- Lima sekolah luar biasa menerima bantuan peralatan seni dari Kemensos.
- Ribuan pengunjung hadir dalam tiga hari pelaksanaan pameran.
Komitmen Berkelanjutan
Gus Ipul menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggandeng berbagai pihak untuk menyelenggarakan acara serupa di daerah lain. Target Kemensos tahun ini adalah menggelar pameran seni inklusif di lima kota besar. "Kami ingin gerakan ini menular. Seni adalah jembatan kesetaraan. Tidak boleh ada yang dipinggirkan hanya karena kondisi fisik atau mentalnya berbeda," tutupnya.
Penyelenggara dari Yayasan Mimpi Kreatif Indonesia menyampaikan bahwa Canvas of Dreams telah berlangsung tiga kali dan semakin banyak sekolah yang tertarik bergabung. Mereka berharap acara ini menjadi katalis bagi terciptanya kurikulum seni yang lebih adaptif.
Dengan gaung positif tersebut, pameran ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang konsisten mendobrak stigma dan membuka ruang ekspresi tanpa sekat.
Comments (0)