13 Sekolah Negeri Jakarta Berstatus Heritage, Jejak Sejarah Sebelum Kemerdekaan

JAKARTA — Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengumumkan fakta mengejutkan: 13 sekolah negeri di ibu kota resmi menyandang status heritage. Seluruhnya telah berdiri sebelum Indonesia memproklamas...

Jul 27, 2026 - 22:01
0 0
13 Sekolah Negeri Jakarta Berstatus Heritage, Jejak Sejarah Sebelum Kemerdekaan

JAKARTA — Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengumumkan fakta mengejutkan: 13 sekolah negeri di ibu kota resmi menyandang status heritage. Seluruhnya telah berdiri sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Rentetan bangunan pendidikan ini merekam jejak panjang sejarah, dari era kolonial Belanda hingga kini berfungsi penuh sebagai tempat belajar.

Fakta Kunci Temuan Disdik

  • 13 sekolah negeri terverifikasi sebagai bangunan cagar budaya
  • Semua dibangun sebelum tahun 1945
  • Tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta
  • Usia rata-rata bangunan di atas 80 tahun
  • Arsitektur Indische Empire dan art deco mendominasi
  • Beberapa ikonik seperti SMAN 1, SMAN 3, dan SMPN 1 Jakarta

Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, mengungkapkan bahwa status heritage ini bukan sekadar label. "Ini amanah untuk merawat memori kolektif bangsa. Sekolah-sekolah ini menjadi saksi bisu perjalanan pendidikan nasional," ujarnya saat dihubungi Beritatercepat, Senin (26/7).

Jejak Arsitektur Masa Lalu

Berdasarkan penelusuran Disdik, sebagian besar gedung menampilkan gaya arsitektur era kolonial. Ciri khas dinding tebal, langit-langit tinggi, dan ventilasi besar masih asli. Material seperti bata merah dan kayu jati tua masih dipertahankan.

Salah satu contoh menonjol adalah bangunan utama SMAN 3 Jakarta yang berdiri sejak 1920-an. Sementara SMAN 1 Jakarta memiliki aula bergaya Eropa klasik yang kerap menjadi lokasi syuting film sejarah.

Upaya Pelestarian

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Disdik dan Dinas Kebudayaan, menyiapkan anggaran khusus. Setidaknya ada tiga pilar perlindungan:

  • Rehabilitasi terbatas: perbaikan hanya menggunakan material asli
  • Pendataan digital: pemetaan 3D untuk arsip dan dokumentasi
  • Sosialisasi ke siswa: kurikulum muatan lokal sejarah gedung

Ahli sejarah dari Universitas Indonesia, Dr. Andi Susanto, menyambut baik langkah tersebut. "Sekolah-sekolah ini bukan cuma bangunan tua, tapi artifak peradaban. Mereka merekam dinamika sosial, dari masa penjajahan, pendudukan Jepang, hingga revolusi fisik," jelasnya.

Di sisi lain, para guru mengaku bangga mengajar di bangunan bersejarah. "Anak-anak jadi lebih menghargai sekolah. Mereka sering bertanya tentang cerita di balik dinding ini," kata Rina Marpaung (42), guru SMAN 3.

Namun, tantangan perawatan tidak ringan. Kelembapan tinggi di Jakarta membuat struktur kayu dan plafon rentan lapuk. Beberapa bagian atap di SMPN 1 Jakarta bahkan terpaksa diganti pada 2024 dengan material replika yang identik.

Daftar Sekolah Masih Bertahan

Dari 13 yang terdata, separuhnya berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat. Berikut sejumlah sekolah yang dikonfirmasi:

  • SMAN 1 Jakarta (dibangun 1900-an awal)
  • SMAN 3 Jakarta (1920-an)
  • SMPN 1 Jakarta (1930-an)
  • SMKN 1 Jakarta (1942)
  • SDN Gondangdia 01 Pagi (1938)

Data lengkap akan dirilis Disdik dalam waktu dekat. Masyarakat juga dapat mengakses peta digital bangunan cagar budaya di portal resmi Pemprov DKI.

Hingga berita ini diturunkan, proses verifikasi masih berjalan. Disdik membuka ruang bagi sekolah yang belum terdata agar segera melaporkan. "Kami yakin masih ada lebih dari 13, dan kami akan terus menelusurinya," pungkas Nahdiana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User