Megawati Ziarah Monumen Kudatuli, Tabur Bunga untuk Korban

JAKARTA — BARU SAJA: Megawati Soekarnoputri menggelar ziarah khidmat di Monumen Kudatuli pagi ini. Ia menabur bunga dan berdoa untuk para korban tragedi 30 tahun silam.Langkah Megawati tiba tepat pu...

Jul 28, 2026 - 05:41
0 0
Megawati Ziarah Monumen Kudatuli, Tabur Bunga untuk Korban

JAKARTA — BARU SAJA: Megawati Soekarnoputri menggelar ziarah khidmat di Monumen Kudatuli pagi ini. Ia menabur bunga dan berdoa untuk para korban tragedi 30 tahun silam.

Langkah Megawati tiba tepat pukul 07.30 WIB. Wajahnya muram. Ia menggenggam tangkai mawar putih. Satu per satu kelopak ia tebarkan di atas prasasti monumen.

Kronologi Kedatangan

  • Megawati datang mengenakan busana serba hitam
  • Didampingi jajaran DPP PDI Perjuangan dan keluarga korban
  • Prosesi tabur bunga berlangsung sekitar 20 menit
  • Dilanjutkan dengan doa bersama dan mengheningkan cipta

Monumen Kudatuli berdiri sunyi. Hening mencekam. Tangis keluarga korban pecah saat Megawati memeluk mereka satu per satu.

"KITA HARUS MENGINGAT," ujar Megawati singkat kepada awak media. Suaranya bergetar. Ia menolak berkomentar lebih lanjut.

30 Tahun Tragedi Kudatuli

27 Juli 1996 menjadi luka sejarah yang tak terhapus. Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro diserbu. Massa pendukung Megawati dihantam brutal. Puluhan orang dilaporkan hilang dan meninggal dunia.

UPDATE terakhir: peringatan tahun ini terasa berbeda. Di hadapan monumen, Megawati berdiri paling depan. Tangannya terlipat. Matanya tertutup rapat. Doa mengalir sunyi.

Saksi mata melaporkan suasana sangat emosional. Seorang ibu lanjut usia menangis tersedu. Ia masih mencari anaknya yang hilang sejak peristiwa itu.

Simbol Perlawanan

Monumen Kudatuli bukan sekadar batu dan prasasti. Ia adalah simbol perlawanan terhadap tirani. Megawati selalu hadir di sini—setiap tahun, tanpa jeda.

"Beliau tidak pernah absen," bisik seorang ajudan. "Bahkan saat hujan deras sekalipun."

Kini, tiga dekade berlalu. Luka itu belum sepenuhnya kering. Keluarga korban masih menuntut keadilan. Megawati berdiri bersama mereka.

Prosesi ziarah berakhir pukul 08.15 WIB. Megawati meninggalkan lokasi tanpa sepatah kata. Hanya tatapan tajamnya yang berbicara.

Peringatan ini menjadi penanda: sejarah tidak boleh dilupakan. Darah yang tumpah 30 tahun lalu abadi dalam ingatan kolektif bangsa.

KONFIRMASI dari DPP PDI Perjuangan: acara berlangsung tertutup. Hanya keluarga korban dan elite partai yang diizinkan hadir. Pengamanan ketat diberlakukan di sekitar monumen sejak subuh.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User