Masa Bakti Rektor Unsoed 2022-2026 Berakhir, Ini Warisan Kepemimpinannya
Masa kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr. sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2022–2026 memasuki babak akhir. Empat tahun masa baktinya menjadi salah satu fa...
Masa kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr. sebagai Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2022–2026 memasuki babak akhir. Empat tahun masa baktinya menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan kampus negeri di Purwokerto itu.
Unsoed merupakan perguruan tinggi negeri yang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Sebagai kampus dengan akar kuat di bidang pertanian dan peternakan, Unsoed memegang peran strategis dalam pengembangan sumber daya manusia di Jawa Tengah bagian selatan.
Akhmad Sodiq memimpin Unsoed melalui proses pemilihan yang berlangsung di lingkungan senat universitas. Ia dipercaya menggantikan rektor sebelumnya dan langsung dihadapkan pada sejumlah tantangan, termasuk pemulihan kegiatan akademik pascapandemi dan percepatan transformasi digital kampus.
Karier Akademik di Fakultas Peternakan
Akhmad Sodiq dikenal sebagai akademisi senior di bidang ilmu peternakan. Kariernya panjang dimulai dari Fakultas Peternakan Unsoed, tempat ia mengajar, meneliti, dan membina mahasiswa selama bertahun-tahun. Gelar M.Sc.Agr. yang disandangnya diraih melalui studi lanjut di luar negeri, memperkuat kapasitasnya di bidang agribisnis peternakan.
Sebagai guru besar, ia aktif memproduksi karya ilmiah dan membina peneliti muda. Pengalamannya sebagai dosen, peneliti, dan pengelola program studi menjadi modal utama ketika ia akhirnya dipercaya memimpin seluruh institusi.
Fokus Kepemimpinan: Riset dan Inovasi
Selama periode 2022–2026, kepemimpinan Akhmad Sodiq menekankan penguatan riset dan inovasi. Unsoed didorong menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan peternakan yang menjadi kekhasan kampus.
Internasionalisasi juga menjadi agenda utama. Unsoed membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri melalui program pertukaran mahasiswa, riset bersama, dan kolaborasi dosen. Langkah ini diambil untuk memperluas wawasan global civitas akademika.
Transformasi digital turut mendapat perhatian serius. Layanan akademik dan administrasi mulai mengandalkan sistem berbasis teknologi agar lebih cepat dan transparan. Mahasiswa pun dapat mengakses berbagai layanan kampus secara lebih mudah melalui platform daring.
Isu keberlanjutan lingkungan tidak luput dari perhatian. Unsoed mendorong pengembangan kampus hijau serta program-program ramah lingkungan, sejalan dengan isu perubahan iklim yang menjadi tantangan global.
Pengabdian bagi Masyarakat
Di sisi pengabdian masyarakat, Unsoed terus mendorong hilirisasi hasil riset. Program pemberdayaan petani dan peternak di sekitar kampus menjadi wujud nyata kontribusi universitas bagi daerah.
Kerja sama dengan pemerintah daerah, industri, dan pelaku usaha juga diperluas. Sinergi itu diharapkan memperkuat relevansi lulusan dan membuka ruang baru bagi inovasi yang lahir dari kampus.
Unsoed juga memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Melalui kegiatan pengabdian dan pelatihan, kampus membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola usaha pertanian dan peternakan secara produktif.
Capaian Selama Masa Bakti
Sepanjang masa baktinya, sejumlah capaian dicatat. Mutu akademik dijaga melalui akreditasi program studi dan peningkatan kualitas dosen. Ekosistem riset yang dibangun selama periode ini diharapkan menjadi fondasi kemajuan Unsoed pada masa berikutnya.
Prestasi mahasiswa di berbagai kompetisi nasional juga turut mengharumkan nama kampus. Fasilitas dan infrastruktur pendukung kegiatan belajar mengajar terus dibenahi secara bertahap.
Perhatian terhadap kesejahteraan mahasiswa menjadi bagian dari kebijakan yang dijalankan. Berbagai skema bantuan dan pendampingan akademik diupayakan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Menuju Kepemimpinan Baru
Dengan berakhirnya periode 2022–2026, Unsoed bersiap menyambut kepemimpinan baru. Proses pemilihan rektor berikutnya berlangsung melalui mekanisme senat universitas sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat akademik berharap program-program yang telah berjalan dapat dilanjutkan. Keberlanjutan menjadi kata kunci agar berbagai capaian yang sudah dibangun tidak hilang seiring pergantian pimpinan.
Dedikasi Akhmad Sodiq selama empat tahun memimpin Unsoed meninggalkan jejak yang nyata. Kini, seluruh mata tertuju pada estafet kepemimpinan berikutnya untuk membawa kampus kebanggaan Banyumas itu melangkah lebih maju.
Comments (0)