Sep 17, 2026
Hukum

MANILA — Mantan Hakim Tolak Tuduhan Bias Sidang Pemakzulan Sara Duterte

Ketegangan mewarnai jalannya sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte pada hari ke-24 di Manila. Mantan Hakim Ketua Pengadilan Anti-Korupsi S

MANILA — Mantan Hakim Tolak Tuduhan Bias Sidang Pemakzulan Sara Duterte

Ketegangan mewarnai jalannya sidang pemakzulan Wakil Presiden Filipina Sara Duterte pada hari ke-24 di Manila. Mantan Hakim Ketua Pengadilan Anti-Korupsi Sandiganbayan, Amparo Cabotaje-Tang, secara tegas menepis tudingan keberpihakan politik dan spekulasi suap yang dilontarkan oleh tim kuasa hukum pembela.

Pemeriksaan silang yang berlangsung sengit tersebut berubah menjadi ajang pembuktian integritas bagi Tang. Kuasa hukum pembela berupaya mendelegitimasi kredibilitas sang mantan hakim dengan mengaitkan riwayat kariernya serta preferensi politik masa lalunya.

Kronologi Perdebatan di Ruang Sidang

Interogasi terhadap saksi berlangsung intensif ketika tim pengacara Sara Duterte mencoba membangun narasi bahwa keterangan Tang didasari oleh motif balas dendam pribadi dan afiliasi politik oposisi. Berikut adalah urutan kejadian dalam persidangan tersebut:

  1. Pemeriksaan Rekam Jejak Pengangkatan: Pengacara pembela, Mark Vinluan, memulai interogasi dengan menyoroti bahwa Tang diangkat menjadi Ketua Sandiganbayan oleh mendiang Presiden Benigno Aquino III pada tahun 2012.
  2. Pemberondongan Isu Mahkamah Agung: Vinluan mencecar Tang mengenai fakta bahwa ia telah empat kali melamar posisi Hakim Agung Mahkamah Agung namun tidak pernah dipilih oleh mantan Presiden Rodrigo Duterte—ayah dari Sara Duterte.
  3. Tudingan Afiliasi Politik Oposisi: Pembela secara terbuka menanyakan apakah Tang merupakan simpatisan gerakan oposisi ("Kakampink") atau memiliki sentimen anti-Duterte.
  4. Dugaan Iming-Iming Jabatan: Vinluan melancarkan pertanyaan spekulatif mengenai apakah Tang dijanjikan kompensasi materi atau jabatan diplomatik, seperti pos duta besar, sebagai imbalan atas kesaksiannya.
  5. Jawaban Telak Saksi: Tang mematahkan seluruh tudingan tersebut dengan penegasan bahwa integritasnya tidak dapat dibeli dengan imbalan apa pun.

Bantahan Terhadap Motif Sakit Hati Politik

Dalam persidangan, Mark Vinluan secara spesifik mempertanyakan apakah ada kekecewaan mendalam dari pihak Tang terhadap mantan Presiden Rodrigo Duterte karena tidak pernah meloloskannya ke Mahkamah Agung. Menanggapi provokasi tersebut, Tang merespons dengan tenang namun lugas.

"Tidak, itu adalah hak prerogatif mutlak presiden," tegas Tang di hadapan majelis sidang.

Tang menegaskan bahwa sebagai mantan pejabat yudisial senior, ia sepenuhnya memahami batas wewenang eksekutif dan tidak pernah menaruh dendam pribadi atas keputusan pengangkatan pejabat tinggi kehakiman.

Penegasan Independensi: Kesaksian Bukan untuk Dijual

Suasana ruang sidang semakin memanas saat kuasa hukum pembela menanyakan kemungkinan adanya janji imbalan strategis di balik kesediaannya bersaksi memberatkan Wakil Presiden Sara Duterte. Tang memberikan pernyataan pamungkas yang membungkam keraguan atas motif kehadirannya.

"Tidak, Pak, dan saya tidak akan pernah bersaksi jika saya ditawari apa pun, baik materi maupun hal lainnya. Kesaksian saya tidak untuk diperjualbelikan," ujar Tang dengan nada tegas.

Sidang pemakzulan Sara Duterte ini terus menyita perhatian publik Filipina karena menyangkut dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan dana publik. Pihak penuntut umum mengandalkan pakar hukum terkemuka seperti Tang untuk membuktikan adanya pelanggaran konstitusional, sementara kubu pembela terus berupaya mendiskualifikasi saksi-saksi kunci melalui isu netralitas politik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User