Ribuan pasang mata penuh optimisme memadati Baruga Andi Pangerang Pettarani, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, pada Selasa (15/9/2026). Di gedung bersejarah ini, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia secara resmi membuka pergelaran Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) Sulawesi Selatan 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai fondasi utama dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan di kawasan Indonesia Timur, sekaligus menjembatani para pelaku wirausaha muda dengan jejaring bisnis yang lebih luas.
Acara yang berlangsung meriah tersebut mengusung tema besar “Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak”. Forum ini tidak sekadar menjadi ajang pameran produk, tetapi hadir sebagai ruang perjumpaan kolaboratif antara calon wirausaha, pelaku UMKM lokal, lembaga inkubator bisnis, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, perbankan, BUMN, hingga mitra platform digital.
Komitmen Nyata Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Hadir secara langsung di lokasi acara, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menegaskan bahwa kewirausahaan bukan sekadar profesi alternatif, melainkan pilihan strategis bangsa dalam menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja baru, dan menggerakkan roda perekonomian nasional secara berkelanjutan.
“Kewirausahaan menjadi pilihan strategis untuk menciptakan solusi, menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian. Inilah makna hakiki dari tema 'Berani Memulai, Terus Bertumbuh, Siap Berdampak',” ujar Maman di hadapan ratusan mahasiswa dan pelaku usaha muda.
Lebih lanjut, Maman menyoroti bahwa pengembangan dunia usaha tidak boleh berhenti pada seremoni atau program acak yang tidak berkesinambungan. Menurutnya, pemerintah berkomitmen membentuk ekosistem yang solid untuk menghubungkan para pengusaha muda dengan berbagai kebutuhan pengembangan bisnis, mulai dari kemudahan legalitas, akses pembiayaan, peningkatan kapasitas SDM, adopsi teknologi, hingga perluasan rantai pasok pemasaran.
Peta Jalan dan Target Rasio Wirausaha Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian UMKM memaparkan target besar pemerintah dalam mendongkrak rasio kewirausahaan nasional guna menyongsong Indonesia Emas. Penguatan ekosistem di daerah seperti Sulawesi Selatan menjadi kunci utama dalam pencapaian target tersebut.
Berikut adalah target rasio kewirausahaan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah:
| Tahun Target | Target Rasio Wirausaha | Fokus Strategis Utama |
|---|---|---|
| 2029 | 3,6 Persen | Penguatan Ekosistem & Inkubasi Bisnis Daerah |
| 2045 | 8,0 Persen | Kemandirian Ekonomi & Daya Saing Global |
Untuk mencapai target 3,6 persen pada 2029 dan 8,0 persen pada 2045, pemerintah menyadari tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan sinergi penta-helix yang melibatkan kerja sama erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi pendidikan tinggi, sektor swasta, perbankan, hingga komunitas wirausaha.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha
“Pemerintah tidak dapat membangun ekosistem tersebut sendirian,” tegas Maman menekankan pentingnya keterlibatan institusi pendidikan. Perguruan tinggi seperti Universitas Hasanuddin diharapkan dapat terus mengintegrasikan hasil riset dan inovasi akademis agar relevan dengan kebutuhan industri dan dinamika pasar modern.
Di sisi lain, lembaga pembiayaan dan perbankan juga didorong untuk menyediakan skema permodalan yang lebih inklusif dan ramah bagi pelaku wirausaha rintisan. Melalui pergelaran BWU 2026 ini, diharapkan lahir generasi baru pengusaha lokal Sulawesi Selatan yang tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.
Kementerian UMKM menggelar Bursa Wirausaha Unggulan (BWU) 2026 di Unhas Makassar untuk mempercepat pencapaian target rasio wirausaha nasional 8% pada 2045. Baca selengkapnya di Beritatercepat.com!
Comments (0)