Madrasah Matraman Dalam Berlakukan PJJ Usai Bentrokan Menteng
BARU SAJA, bentrokan di kawasan Tambak Menteng memaksa madrasah ibtidaiyah (MI) swasta di Jalan Matraman Dalam mengambil langkah darurat. Sekolah tersebut menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) seme...
BARU SAJA, bentrokan di kawasan Tambak Menteng memaksa madrasah ibtidaiyah (MI) swasta di Jalan Matraman Dalam mengambil langkah darurat. Sekolah tersebut menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara demi keamanan siswa.
Keputusan ini diambil beberapa menit setelah aparat keamanan meningkatkan status siaga di sekitar lokasi bentrokan yang terjadi kemarin sore. "Kami tidak ingin mengambil risiko. Keselamatan siswa adalah prioritas," ujar Kepala MI tersebut, yang dikonfirmasi Senin (28/7) pagi.
Keputusan Cepat di Tengah Ketegangan
Bentrokan yang melibatkan dua kelompok warga itu pecah di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (27/7) petang. Pemicunya diduga sengketa lahan parkir yang memanas sebulan terakhir. Bentrokan menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan dan kendaraan. Pihak berwenang langsung menutup akses jalan utama dan mengalihkan lalu lintas.
MI yang berjarak kurang dari 800 meter dari pusat bentrokan langsung merespons. "Kami memantau perkembangan situasi sejak semalam. Pukul 06.00 WIB tadi, kami putuskan untuk menggelar PJJ," terang Humas Yayasan.
Fakta Cepat
- Lokasi: Jalan Matraman Dalam No. 11, Menteng, Jakpus
- Jumlah siswa: 342 orang (kelas 1—6)
- Metode PJJ: Zoom dan modul Google Classroom
- Durasi: Sementara hingga situasi kondusif
- Petugas: TNI-Polri siaga penuh di sekitar kompleks
Keamanan Siswa di Atas Segalanya
Beberapa orang tua mengaku lega meski waswas. "Anak saya kelas 2, untung sekolah cepat tanggap. Tapi saya tetap khawatir karena kami tinggal dekat sana," ungkap Susi, wali murid.
Pihak sekolah telah mengirim surat edaran melalui WA grup pagi ini. "Kami pastikan materi tetap tersampaikan. Guru masuk piket di sekolah, tetapi siswa di rumah saja," kata wali kelas V.
Situasi Terkini: 8 Terluka, Puluhan Ditangkap
Data sementara dari kepolisian menyebutkan 8 orang luka ringan akibat lemparan batu dan benturan. Sebanyak 17 orang diamankan dari kedua kelompok. "Ini masih perkembangan. Kami imbau warga tetap tenang dan jauhi lokasi," kata Kapolres Metro Jakpus, Kombes Hendra.
Aparat masih menyisir pecahan kaca dan memadamkan sisa api dari bakaran ban. Satu unit mobil patroli ringsek dilempari batu. "Kami akan evaluasi situasi tiap 3 jam. Jadi, durasi PJJ bisa bertambah atau normal kembali jika sudah benar-benar aman," pungkas Kepala MI.
Kementerian Agama melalui Kanwil DKI juga menyatakan mendukung langkah cepat madrasah ini. "Pembelajaran jangan sampai terganggu, tetapi nyawa anak lebih utama," ujar Kasi Madrasah.
Warga di sekitar Jalan Tambak masih mendengar sirine dan melihat personel Brimob berjaga. Belum ada jadwal pembukaan kembali jalur tersebut. Dinas Pendidikan DKI mengeluarkan imbauan serupa: sekolah di radius 1 km dari titik konflik diminta menerapkan PJJ fleksibel hingga dinyatakan aman oleh kepolisian. Sementara itu, relawan mulai membagikan masker dan air mineral kepada warga yang terpapar asap sisa bentrokan.
Comments (0)