LPA Apresiasi Lomba Kemerdekaan Rumah Qur'an Al Ramadhan di Deli Serdang
Deli Serdang — LPA Apresiasi Lomba Kemerdekaan Rumah Qur'an Al Ramadhan DELI SERDANG — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang memberikan a
DELI SERDANG — Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan perlombaan dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Rumah Qur'an Al Ramadhan, Yayasan Syahfa Cendikia Ramadhan, di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (18/8/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga kategori perlombaan, yakni Fashion Show Busana Muslim, Lomba Adzan, dan Lomba Surah Pendek, yang berlangsung dalam suasana edukatif, religius, dan menyenangkan.
Ketua LPA Kabupaten Deli Serdang, Junaidi Malik, S.H., hadir langsung menyaksikan rangkaian perlombaan sekaligus memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta. Kehadiran tokoh perlindungan anak tersebut menegaskan bahwa momentum kemerdekaan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga dimanfaatkan untuk menghadirkan ruang tumbuh kembang anak yang sehat dan ramah anak di tengah masyarakat.
Momentum Kemerdekaan sebagai Ruang Kreativitas Anak
Penyelenggaraan lomba di tengah perayaan kemerdekaan merupakan tradisi yang telah lama mengakar di masyarakat Indonesia. Namun, Rumah Qur'an Al Ramadhan memberikan warna berbeda dengan mengombinasikan unsur hiburan dengan nilai-nilai keislaman dan pendidikan karakter. Melalui tiga kategori lomba yang dipertandingkan, anak-anak tidak hanya diajak merayakan kemerdekaan, tetapi juga diasah keberaniannya untuk tampil di depan umum sejak usia dini.
Junaidi Malik menegaskan, kegiatan anak tidak seharusnya hanya diukur dari menang atau kalah. Menurutnya, proses mengikuti perlombaan justru menjadi sarana bagi anak untuk belajar berani tampil, percaya diri, disiplin, sportif, menghargai teman, dan menerima hasil dengan baik. Pandangan ini sejalan dengan prinsip perlindungan anak yang menempatkan kepentingan terbaik anak sebagai pertimbangan utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan mereka.
Perbandingan Tiga Kategori Lomba
Ketiga kategori lomba yang digelar memiliki karakteristik dan nilai pendidikan yang berbeda, sebagaimana terlihat pada tabel berikut:
| Kategori Lomba | Keterampilan yang Diasah | Nilai yang Ditanamkan |
|---|---|---|
| Fashion Show Busana Muslim | Kepercayaan diri dan kreativitas berbusana | Menghargai identitas serta norma berpakaian islami |
| Lomba Adzan | Keberanian bersuara dan kelancaran lafaz | Kedisiplinan serta penghayatan ibadah |
| Lomba Surah Pendek | Hafalan, tajwid, dan artikulasi | Kecintaan pada Al-Qur'an dan ketekunan belajar |
Ketiga lomba tersebut secara simultan membangun dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Dalam perspektif pendidikan anak, lomba yang dirancang tanpa tekanan berlebihan dapat menjadi stimulasi positif bagi perkembangan mental anak, selama fokus utamanya adalah proses, bukan sekadar hasil akhir, demikian pandangan yang ditekankan para praktisi pendidikan anak dalam berbagai kajian.
Pesan LPA untuk Para Orang Tua
Dalam kesempatan itu, Junaidi menyampaikan pesan khusus kepada para orang tua. Ia meminta agar orang tua selalu memberikan pujian dan doa atas setiap praktik baik yang dilakukan anak. Ia juga mengingatkan agar orang tua tidak membandingkan anak dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki keunikan, kemampuan, dan proses tumbuh kembang yang berbeda.
"Kenali dan dorong minat serta bakat anak. Jangan memaksakan anak menjadi seperti orang lain. Berikan kesempatan kepada anak untuk mencoba, berkembang, dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya," ujar Junaidi.
Lebih lanjut, Junaidi mengajak orang tua menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari, yaitu bersyukur, jujur, mandiri, berani, dan berbagi. Menurutnya, karakter anak tidak cukup dibangun melalui nasihat, tetapi harus tumbuh melalui contoh dan lingkungan yang positif. Anak lebih banyak belajar dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar, sehingga keteladanan orang tua menjadi kurikulum utama pendidikan karakter, tegasnya.
Analisis: Sinergi Lembaga Keagamaan dan Perlindungan Anak
Kolaborasi antara Rumah Qur'an Al Ramadhan dan LPA Kabupaten Deli Serdang menunjukkan bahwa lembaga keagamaan memiliki peran strategis dalam ekosistem perlindungan anak. Kegiatan berbasis komunitas seperti ini menjadi pelengkap pendidikan formal sekaligus benteng pertahanan anak dari pengaruh negatif lingkungan, termasuk paparan gawai yang berlebihan dan pergaulan yang kurang terkontrol.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semakin banyak lembaga pendidikan dan keagamaan di Deli Serdang yang terinspirasi menghadirkan program serupa. Peringatan kemerdekaan ke-81 tahun pada 2026 ini pun menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali bahwa kemerdekaan sejati bagi anak adalah tersedianya ruang yang aman untuk bermain, belajar, dan berkembang sesuai potensi masing-masing, tanpa dibebani ekspektasi yang berlebihan dari orang dewasa.
LPA Kabupaten Deli Serdang berkomitmen terus mendampingi dan mengapresiasi setiap kegiatan positif yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. Dukungan dari orang tua, tokoh agama, dan masyarakat luas menjadi kunci keberlanjutan program-program ramah anak di Kabupaten Deli Serdang ke depan.
[SOCIAL_TWEET]: LPA Deli Serdang apresiasi lomba HUT ke-81 RI di Rumah Qur'an Al Ramadhan: Fashion Show, Adzan, dan Surah Pendek jadi ruang tumbuh karakter anak. Proses lebih penting daripada menang. 🇮🇩 #KemerdekaanRI #DeliSerdang #PendidikanKarakter #AnakIndonesia [SOCIAL_TG]: 🗞️ LPA Deli Serdang apresiasi lomba HUT ke-81 RI di Rumah Qur'an Al Ramadhan, Hamparan Perak. Tiga kategori: Fashion Show Busana Muslim, Adzan, Surah Pendek. Ketua LPA: proses mengikuti lomba lebih penting dari menang-kalah. Orang tua diminta tidak membandingkan anak. #DeliSerdang #KemerdekaanRI
Comments (0)