Sep 17, 2026
Hukum

LONDON — Tuntutan Korban Pelecehan Mohamed Al Fayed Capai Rp3 Triliun

Klaim ganti rugi yang diajukan oleh ratusan korban dugaan pelecehan seksual oleh mendiang mantan pemilik Harrods, Mohamed Al Fayed, diperkirakan membengkak

LONDON — Tuntutan Korban Pelecehan Mohamed Al Fayed Capai Rp3 Triliun

Klaim ganti rugi yang diajukan oleh ratusan korban dugaan pelecehan seksual oleh mendiang mantan pemilik Harrods, Mohamed Al Fayed, diperkirakan membengkak hingga mencapai angka fantastis. Kantor hukum KP Law yang mewakili mayoritas korban mengungkapkan bahwa total kompensasi dapat menembus £100 juta hingga £150 juta (setara Rp2 triliun hingga Rp3 triliun).

Jumlah estimasi tersebut dihitung berdasarkan tuntutan dari sedikitnya 275 perempuan yang mengaku menjadi korban kejahatan seksual selama Al Fayed berkuasa di toserba mewah asal London tersebut. Total valuasi klaim ini tercatat dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibandingkan alokasi dana penyelesaian yang sebelumnya disiapkan oleh manajemen Harrods saat ini.

Kronologi Munculnya Tuntutan Massal Terhadap Al Fayed

Gelombang pengakuan korban pelecehan seksual Mohamed Al Fayed terus bertambah pesat setelah investigasi mendalam mengemuka ke publik menyusul wafatnya miliarder asal Mesir tersebut. Berikut rangkaian perkembangan pengungkapan kasus tersebut:

  1. September 2023: Wafatnya Mohamed Al Fayed membuka jalan bagi para mantan pegawai untuk bersuara tanpa rasa takut akan ancaman hukum maupun intimidasi kekuasaan sang konglomerat.
  2. Awal 2024: Investigasi dokumenter media internasional mengungkap pola sistematis pelecehan seksual dan pemerkosaan yang dilakukan Al Fayed terhadap staf Harrods selama puluhan tahun.
  3. Pertengahan 2024: Puluhan korban mulai mengorganisasi diri bersama firma hukum, memicu pembentukan skema kompensasi internal oleh manajemen Harrods saat ini.
  4. Kondisi Terkini: KP Law mengonfirmasi lonjakan jumlah penyintas yang mendaftar hingga mencapai 275 orang, membuat estimasi beban liabilitas hukum melonjak drastis hingga £150 juta.

Kesenjangan Alokasi Dana Kompensasi Harrods

KP Law menyatakan bahwa skema ganti rugi yang dirancang secara mandiri oleh Harrods dinilai tidak proporsional dengan skala penderitaan dan trauma jangka panjang yang dialami para penyintas. Firma hukum tersebut kini mewakili lebih dari separuh korban yang telah teridentifikasi secara resmi.

"Kompensasi ini bukan sekadar persoalan materi, melainkan bentuk pertanggungjawaban nyata atas kegagalan institusional dalam melindungi para karyawannya dari predator seksual selama bertahun-tahun," tegas perwakilan kuasa hukum penyintas.

Pihak kuasa hukum menilai sistem pengawasan internal toserba Harrods pada masa kepemimpinan Al Fayed sengaja memfasilitasi dan menutupi tindakan kriminal bos mereka, termasuk memanipulasi tes medis bagi calon staf perempuan.

Poin Penting Tuntutan Para Penyintas

Para penyintas menuntut penyelesaian hukum yang menyeluruh, transparan, dan tidak terbatas pada penyelesaian tertutup di luar pengadilan. Beberapa poin krusial yang disorot meliputi:

  • Evaluasi Ulang Skema Dana Harrods: Mendesak manajemen department store untuk menambah cadangan anggaran ganti rugi agar sebanding dengan nilai kerugian korban.
  • Transparansi Penyelidikan Internal: Membuka fakta sejarah mengenai siapa saja jajaran direksi dan staf keamanan yang turut membantu aksi Al Fayed di masa lalu.
  • Akses Bantuan Psikologis Seumur Hidup: Penyediaan pendampingan medis dan pemulihan trauma komprehensif bagi seluruh korban terdampak.

Proses negosiasi penyelesaian ganti rugi diperkirakan memakan waktu panjang di tengah desakan publik London agar institusi bisnis legendaris tersebut membersihkan rekam jejak kelam warisan Mohamed Al Fayed secara adil dan bermartabat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fitri-handayani

Reporter Breaking News. Siap siaga 24/7 untuk peristiwa besar.

Comments (0)

User