Sep 17, 2026
Nusa Tenggara Barat

Lombok — Tim SAR Evakuasi Pendaki Tiongkok di Gunung Rinjani

Angin dingin yang berembus kencang di lereng Gunung Rinjani tidak menyurutkan langkah tim Search and Rescue (SAR) gabungan dalam menjalankan misi kemanusia

Lombok — Tim SAR Evakuasi Pendaki Tiongkok di Gunung Rinjani

Angin dingin yang berembus kencang di lereng Gunung Rinjani tidak menyurutkan langkah tim Search and Rescue (SAR) gabungan dalam menjalankan misi kemanusiaan. Dalam operasi penyelamatan yang penuh tantangan dan menguji ketahanan fisik, seorang pendaki warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Li Xianhua (47), berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah mengalami kendala fisik parah di jalur pendakian yang terkenal ekstrem tersebut.

Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan personel keselamatan Indonesia dalam merespons kondisi darurat di kawasan wisata alam berisiko tinggi. Gunung Rinjani, yang menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut (mdpl), memang selalu menjadi magnet utama bagi para petualang internasional. Namun, medan terjal, jurang curam, serta perubahan cuaca yang teramat cepat sering kali menjadi ujian berat bagi siapa pun yang mencoba menaklukkannya.

Kronologi Mencekam di Jalur Pendakian

Peristiwa ini bermula ketika laporan darurat diterima oleh pihak Kantor SAR Mataram mengenai adanya seorang pendaki asing yang membutuhkan pertolongan medis mendesak di kawasan atas Rinjani. Li Xianhua dilaporkan mengalami kondisi fisik yang menurun drastis akibat kelelahan parah serta paparan cuaca dingin, sehingga membuatnya tidak mampu melanjutkan perjalanan turun secara mandiri.

"Kondisi korban saat ditemukan tim di lokasi mengalami kelemahan fisik signifikan akibat medan ekstrem dan faktor cuaca. Tim langsung memberikan penanganan medis awal untuk menstabilkan kondisi fisik korban sebelum memulainya proses evakuasi menggunakan tandu," ungkap perwakilan tim SAR gabungan di lapangan.

Respon cepat langsung ditunjukkan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), aparat TNI/Polri, serta potensi SAR lokal dan para pemandu pendakian (porter). Pengerahan tim bergerak menyusuri rute pendakian utama dengan membawa perlengkapan pertolongan medis darurat dan peralatan evakuasi medan terjal.

Tantangan Medan dan Strategi Evakuasi

Proses membawa turun korban dari kawasan atas Gunung Rinjani bukanlah perkara mudah. Tim SAR harus bertarung menembus vegetasi lebat, jalur berbatu yang licin, serta sudut kemiringan tanah yang sangat curam. Keberadaan angin kencang khas pegunungan tinggi turut menambah tingkat kesulitan selama proses pemindahan korban.

Berikut ringkasan fakta kunci terkait operasi penyelamatan pendaki di Gunung Rinjani tersebut:

Kategori Informasi Detail Operasi
Identitas Pendaki Li Xianhua (47 tahun / WNA Tiongkok)
Lokasi Evakuasi Kawasan Jalur Pendakian Gunung Rinjani, NTB
Unsur Tim SAR Basarnas Mataram, TNGR, TNI/Polri, Porter & Relawan
Status Akhir Berhasil Dievakuasi Selamat (Dalam Perawatan Medis)

Dengan menerapkan teknik evakuasi berantai serta sistem pengamanan tali (*rigging*) pada titik-titik rawan kecelakaan, korban akhirnya berhasil dibawa turun menuju pos penanganan terdekat. Koordinasi yang terukur memastikan korban tidak menderita cedera tambahan selama proses penurunan yang memakan waktu berjam-jam.

Imbauan Keselamatan Bagi Pendaki Mancanegara

Kejadian ini kembali menegaskan pentingnya aspek keselamatan dan persiapan yang matang bagi para pecinta alam. Pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani bersama Basarnas kembali mengingatkan para wisatawan, khususnya pendaki mancanegara, untuk senantiasa mematuhi standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Beberapa hal krusial yang wajib diperhatikan oleh calon pendaki Rinjani meliputi:

  • Persiapan Fisik Terukur: Memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit melalui latihan fisik yang cukup sebelum mendaki gunung berkategori *high altitude*.
  • Wajib Penggunaan Pemandu Lokal: Memanfaatkan jasa *guide* dan porter resmi yang mengenali dengan baik karakter medan serta perubahan cuaca di Rinjani.
  • Pemeriksaan Kesehatan Rutin: Melakukan cek medis sebelum naik dan membawa perlengkapan obat-obatan pribadi yang memadai.
  • Kepatuhan pada Aturan: Mengikuti instruksi petunjuk keselamatan dari petugas TNGR serta memantau perkembangan cuaca resmi.

Misi penyelamatan ini diakhiri dengan rasa lega saat Li Xianhua berhasil diserahkan kepada tim medis untuk proses pemulihan lebih lanjut. Kejadian ini membuktikan bahwa meski keindahan alam Rinjani menyimpan potensi bahaya nyata, kesiapsiagaan tim SAR gabungan mampu memastikan bahwa keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama di atas puncaknya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lina-marlina

Reporter Daerah. Koordinator jaringan kontributor di 34 provinsi.

Comments (0)

User