Ledakan Wisuda IPDN: 1.404 Mahasiswa Dikukuhkan, Mendagri Tito Beri Arahan Khusus
BARU SAJA, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melepas 1.404 wisudawan dalam seremoni akbar yang langsung dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Prosesi berlangsung kilat tanpa upacara be...
BARU SAJA, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) melepas 1.404 wisudawan dalam seremoni akbar yang langsung dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Prosesi berlangsung kilat tanpa upacara bertele-tele.
Lulusan yang dikukuhkan hari ini mencakup 45 doktor dan 73 magister, menandai lompatan kapasitas intelektual kader pamong praja. Sisanya adalah sarjana terapan siap terjun ke pelosok nusantara.
Kehadiran Mendagri Berikan Tekanan Khusus
Tito Karnavian hadir bukan sekadar seremonial. Ia langsung memberikan arahan keras kepada para wisudawan soal tantangan disrupsi digital dan pelayanan publik. Ia menekankan tiga pilar utama yang harus dipegang alumnus IPDN: integritas baja, adaptasi teknologi, dan empati terhadap warga.
“Kami membutuhkan birokrat yang tidak hanya cerdas, tapi juga punya nyali menolak suap dan berani melakukan terobosan,” ujar Tito di hadapan peserta wisuda.
Rekor Doktor Baru
Pencapaian 45 doktor dari satu angkatan menjadi catatan tersendiri. IPDN kian memproduksi pemikir kebijakan publik, bukan sekadar pelaksana administrasi. Program pascasarjana diperkuat untuk mencetak analis pemerintahan yang siap merespons krisis multidimensi.
Fakta kunci wisuda hari ini:
- 1.404 mahasiswa dikukuhkan secara resmi.
- 45 doktor lulus dari program S3 pemerintahan.
- 73 magister selesai dari program terapan dan sains.
- 1.286 sarjana terapan dilepas untuk mengisi formasi pamong praja di seluruh Indonesia.
- Wisuda dihadiri langsung Mendagri Tito Karnavian dan jajaran pejabat tinggi Kemendagri.
Arahan Khusus: Siapkan Diri ke Daerah 3T
Tito meminta para lulusan tidak hanya berebut penempatan di kota besar. Ia menantang mereka untuk menjadi motor penggerak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Penempatan di daerah 3T akan menjadi batu loncatan karier serta ujian sesungguhnya bagi kader IPDN.
“Segera setelah ini, persiapkan mental kalian. Daerah butuh pemimpin yang bisa tinggal di daerah, bukan yang setiap minggu pulang ke ibukota,” tegas Tito.
IPDN Perkuat Kurikulum Anti-Korupsi
Di sela wisuda, diumumkan pula penyisipan modul anti-korupsi dan tata kelola digital di seluruh jenjang. Langkah ini merupakan respons atas maraknya kasus hukum yang melibatkan oknum alumni IPDN di daerah. Kampus berkomitmen memperketat etika sejak bangku kuliah.
Total wisudawan tahun ini meningkat 8% dibanding angkatan sebelumnya. IPDN juga menegaskan komitmen untuk terus memperbanyak kuota afirmasi bagi putra-putri daerah Papua dan daerah perbatasan lainnya.
Para wisudawan lantas dikukuhkan dengan pengucapan sumpah jabatan yang disaksikan ribuan orangtua. Prosesi berlangsung khidmat dan dikawal protokol ketat.
Comments (0)