Sep 17, 2026
Nasional

LAUT JAWA — Tim SAR Perluas Pencarian Kapal Virgo Jadi 6.120 NM²

BERITATERCEPAT.COM, JAKARTA — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo yang tenggelam di perairan Laut Jaw

LAUT JAWA — Tim SAR Perluas Pencarian Kapal Virgo Jadi 6.120 NM²

BERITATERCEPAT.COM, JAKARTA — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo yang tenggelam di perairan Laut Jawa kini memasuki hari keempat. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama tim gabungan memutuskan untuk memperluas cakupan area penyisiran hingga mencapai 6.120 nautical miles square (NM²) guna memaksimalkan peluang penemuan korban.

Langkah ekspansi wilayah operasi ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika arah arus laut, pergerakan angin permukaan, serta pemodelan berbasis SAR Maps. Tim penyelamat terus berpacu dengan waktu di tengah kondisi cuaca maritim yang dinamis demi menyisir seluruh titik koordinat potensial.

Kronologi dan Fase Perluasan Operasi Pencarian

Operasi penyelamatan skala besar ini dijalankan secara bertahap melalui pembagian beberapa sektor penyisiran utama. Berikut rangkaian perkembangan operasi hingga hari keempat:

  1. Hari Pertama: Tim SAR menerima laporan kedaruratan terkait tenggelamnya KM Virgo di Laut Jawa dan langsung memberangkatkan unit respon cepat ke titik koordinat awal kejadian (Last Known Position).
  2. Hari Kedua: Penyisiran difokuskan dalam radius 1.500 NM² di sekitar bangkai kapal dengan melibatkan kapal patroli terdekat dan nelayan lokal.
  3. Hari Ketiga: Area penyisiran diperlebar hingga lebih dari 3.000 NM² menyusul laporan kuatnya arus laut yang mengarah ke wilayah timur perairan.
  4. Hari Keempat: Wilayah pencarian resmi ditingkatkan menjadi 6.120 NM² yang terbagi ke dalam enam sektor pencarian paralel menggunakan armada laut dan pemantauan udara.
"Perluasan radius operasi hingga 6.120 NM² merupakan langkah krusial berdasarkan kalkulasi drift model SAR. Kami mengerahkan seluruh elemen kekuatan agar setiap jengkal perairan yang berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban dapat terpantau secara optimal," tegas Koordinator Misi SAR (SMC) di posko komando.

Pengerahan Armada Laut dan Dukungan Udara

Dalam operasi terkoordinasi ini, Basarnas menerjunkan kombinasi alutsista modern untuk mempercepat deteksi visual maupun pemindaian bawah air. Unsur-unsur yang dikerahkan meliputi:

  • Kapal Negara (KN) SAR: Dikerahkan sebagai pangkalan terapung sekaligus komando taktis lapangan di zona utama.
  • Rigid Inflatable Boat (RIB) & Kapal Patroli Polairud: Melakukan manuver cepat di perairan dangkal serta area pulau-pulau kecil di sekitar Laut Jawa.
  • Helikopter Dauphin AS365: Melakukan penyisiran vertikal dari udara untuk memantau objek terapung atau tanda-tanda keberadaan penyintas.
  • KRI TNI Angkatan Laut: Memperkuat penyisiran jarak jauh dengan sensor deteksi maritim berjangkauan luas.

Tantangan Cuaca dan Koordinasi Berkelanjutan

Memasuki fase pertengahan operasi, tim di lapangan menghadapi tantangan alam berupa gelombang laut setinggi 1,5 hingga 2,5 meter serta hembusan angin kencang yang dapat mengubah arah hanyut objek setiap saat. Kendati demikian, seluruh personel tetap siaga menjalankan prosedur keselamatan secara ketat.

Basarnas juga terus menjalin komunikasi intensif dengan stasiun radio pantai (SROP) dan kapal-kapal niaga yang melintas di jalur pelayaran Laut Jawa untuk segera memberikan pertolongan dan laporan jika melihat keberadaan korban maupun serpihan kapal. Keluarga korban saat ini telah difasilitasi di posko informasi terpadu untuk mendapatkan pembaruan berkala mengenai hasil penyisiran.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User