JAKARTA — Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, mencatatkan tren pertumbuhan positif dengan membukukan kenaikan laba usaha sebesar 10 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Capaian ini mendapat perhatian sekaligus dorongan strategis dari Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara guna menjaga momentum perbaikan performa industri aviasi dan pariwisata nasional.
Kenaikan laba operasional tersebut mencerminkan pulihnya mobilitas masyarakat serta efektivitas transformasi model bisnis yang dijalankan ekosistem InJourney, mencakup pengelolaan bandar udara, perhotelan, retail aviasi, hingga manajemen destinasi wisata unggulan.
Kinerja Finansial Menguat Sepanjang Tahun Berjalan
Transformasi terintegrasi yang digulirkan InJourney mulai menunjukkan dampak nyata pada laporan keuangan konsolidasian. Pertumbuhan laba usaha sebesar dua digit ini ditopang oleh optimalisasi pendapatan non-aeronautika serta disiplin ketat dalam pengelolaan biaya operasional di seluruh anak usaha.
- Peningkatan Trafik Penumpang: Utilisasi bandara-bandara strategis di bawah InJourney Airports mengalami lonjakan volume penerbangan domestik maupun internasional.
- Revitalisasi Aset Pariwisata: Optimalisasi operasional destinasi wisata sejarah, taman hiburan, dan kawasan perhotelan mendorong belanja wisatawan.
- Efisiensi Operasional: Digitalisasi sistem operasional terbukti menekan pos pengeluaran yang tidak perlu di lingkungan holding.
Kendati menunjukkan pertumbuhan solid, manajemen diminta tidak cepat berpuas diri. Integrasi portofolio antar-entitas BUMN harus terus diperkuat demi menghadirkan multiplier effect yang lebih luas bagi perekonomian domestik.
Arahan Strategis BP BUMN dan BPI Danantara
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pencapaian finansial harus berjalan beriringan dengan perbaikan mutu pelayanan publik. InJourney memikul peran vital sebagai etalase utama penyambutan wisatawan mancanegara maupun pergerakan masyarakat nusantara.
"Kinerja keuangan yang membaik harus menjadi fondasi kokoh untuk melipatgandakan kualitas pelayanan konsumen di seluruh lini bisnis, mulai dari bandara hingga hotel dan destinasi wisata," tegas Dony Oskaria dalam arahannya.
BPI Danantara memproyeksikan peran InJourney sebagai salah satu lokomotif investasi strategis dalam portofolio pengelolaan aset negara. Sinergi antara Danantara dan BP BUMN difokuskan untuk mempercepat standardisasi fasilitas bertaraf internasional.
Langkah Lanjutan Menuju Ekosistem Pariwisata Kelas Dunia
Menanggapi catatan tersebut, InJourney merancang sejumlah agenda prioritas guna mengunci target pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan. Beberapa pilar aksi korporasi yang disiapkan antara lain:
- Standarisasi Layanan Bandara: Menyelaraskan standar operasional prosedur (SOP) fasilitas dan keramahan di seluruh bandara kelolaan.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Memperluas kerja sama dengan maskapai penerbangan, pelaku ekonomi kreatif, dan pemerintah daerah guna membuka rute-rute penerbangan baru.
- Penguatan Tata Kelola Finansial: Memperketat manajemen risiko dan transparansi aset di bawah pengawasan BPI Danantara.
Dengan fondasi keuangan yang semakin kokoh dan panduan strategis dari BP BUMN serta BPI Danantara, InJourney optimis dapat mempertahankan tren profitabilitas sekaligus mengangkat daya saing sektor pariwisata Indonesia di kancah global.
Comments (0)