Kuwait Ternyata Ikut Cari Minyak di Indonesia, dari Natuna hingga Kalimantan
Jakarta – Kerja sama energi antara Indonesia dan Kuwait kembali mengemuka. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan Duta Besar Kuwait unt
Jakarta – Kerja sama energi antara Indonesia dan Kuwait kembali mengemuka. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia, Khalid Jassim Alyassin, dalam rangka memperkuat kemitraan di bidang perdagangan, investasi, dan energi. Dalam pertemuan tersebut terungkap bahwa perusahaan migas Kuwait telah lama terlibat dalam berbagai kegiatan eksplorasi di Tanah Air.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Beritatercepat.com, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC) tercatat menjalankan delapan kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi di sejumlah wilayah strategis Indonesia. Beberapa lokasi yang menjadi fokus antara lain Pulau Buton, Laut Natuna, dan Kalimantan Timur. Tidak hanya itu, Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga aktif melakukan eksplorasi di wilayah Anambas, sebuah kawasan yang dikenal memiliki potensi cadangan migas yang signifikan.
Kehadiran KUFPEC dalam lanskap energi nasional sebenarnya bukan hal baru. Perusahaan ini telah menjadi salah satu mitra penting Indonesia dalam upaya menggenjot produksi migas domestik di tengah ketidakpastian geopolitik global. Langkah ini juga sejalan dengan strategi pemerintah untuk menarik lebih banyak investasi asing guna mendongkrak lifting minyak yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tren penurunan.
“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis yang diterima media kami, Jumat (19/6/2026).
“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat untuk terus bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik.”
Duta Besar Khalid Jassim Alyassin sendiri menyambut baik penguatan kerja sama ini dan menegaskan komitmen negaranya untuk terus berkontribusi di sektor energi Indonesia. Menurutnya, potensi cadangan migas yang masih besar di Indonesia, terutama di wilayah perairan dan Indonesia bagian timur, membuat Kuwait percaya diri untuk memperpanjang portofolio investasinya.
Kerja sama ini juga dinilai strategis mengingat Indonesia tengah mengakselerasi produksi minyak dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor. Dengan adanya kepastian investasi dan teknologi dari perusahaan sekelas KUFPEC, pemerintah optimistis target produksi 1 juta barel per hari dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan. Diskusi antara kedua belah pihak direncanakan berlanjut dalam pertemuan teknis untuk mempercepat realisasi proyek-proyek yang sedang berjalan.
Kemitraan energi ini menjadi salah satu bukti bahwa iklim investasi Indonesia di sektor hulu migas masih menarik, meskipun terjadi peralihan global menuju energi terbarukan. Dengan terus didorongnya eksplorasi, diharapkan Indonesia mampu mempertahankan ketahanan energi sekaligus menjadikan sektor ini sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Comments (0)