Kumulatif Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp353 Triliun hingga Kuartal I 2026

Total realisasi investasi di seluruh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia sejak tahun 2012 hingga kuartal pertama 2026 telah melampaui Rp353 triliun. Angka ini setara dengan sekitar US$19,7 miliar

Jul 08, 2026 - 08:37
0 0
Kumulatif Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp353 Triliun hingga Kuartal I 2026

Total realisasi investasi di seluruh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia sejak tahun 2012 hingga kuartal pertama 2026 telah melampaui Rp353 triliun. Angka ini setara dengan sekitar US$19,7 miliar dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan kawasan strategis nasional.

Serapan Tenaga Kerja Melonjak

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengungkapkan bahwa capaian investasi tersebut berasal dari 471 entitas bisnis yang kini beroperasi di 25 lokasi KEK yang tersebar di seluruh negeri. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa investasi masif ini secara langsung menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 260.000 orang.

"Hingga kuartal pertama tahun 2026, KEK di Indonesia secara kumulatif merealisasikan investasi sebesar Rp353 triliun, saya rasa sekitar US$19,7 miliar. Investasi tersebut telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 260.000 pekerja dan menarik 471 entitas bisnis yang beroperasi di 25 KEK di seluruh negeri," ujar Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Pencapaian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam upaya pemerataan ekonomi melalui skema KEK. Pemerintah terus mendorong investasi di kawasan ini dengan menyediakan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal, seperti kemudahan perizinan, keringanan pajak, serta infrastruktur pendukung yang memadai. Hal ini diyakini menjadi daya tarik utama bagi investor dalam negeri maupun asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dengan realisasi investasi yang terus meningkat, KEK diharapkan dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi nasional, mengurangi ketimpangan antardaerah, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global. Pemerintah menargetkan penambahan jumlah KEK serta perluasan aktivitas bisnis di dalamnya guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas di masa mendatang.

Laporan dari Beritatercepat.com menghimpun data bahwa ke-25 KEK yang telah beroperasi mencakup berbagai sektor, mulai dari manufaktur, pengolahan, logistik, hingga pariwisata dan ekonomi digital. Keragaman ini menjadikan KEK sebagai ekosistem investasi yang komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan industri global. Dengan fundamental yang kokoh, KEK nasional diproyeksikan akan terus mencatatkan tren positif pada kuartal-kuartal berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User