KUBU RAYA, Beritatercepat.com — Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kabut asap serta memastikan seluruh proses mitigasi dan pemadaman oleh tim gabungan di lapangan berlangsung secara optimal dan terkoordinasi.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres menaruh perhatian besar pada karakteristik spesifik lahan gambut yang mendominasi kawasan Kubu Raya. Karakteristik lahan gambut dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi karena potensi pembakaran di bawah permukaan tanah yang kerap tidak terdeteksi secara kasat mata.
Kronologi Peninjauan dan Pemantauan Titik Api
Kunjungan penanganan karhutla di Kalimantan Barat ini dilakukan secara sistematis melalui beberapa tahapan inspeksi lapangan:
- Pukul 09.00 WIB: Wapres beserta rombongan tiba di Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Kabupaten Kubu Raya untuk menerima paparan teknis terkait sebaran titik panas (hotspot).
- Pukul 10.15 WIB: Rombongan bergerak langsung menyusuri area terdampak di Desa Sungai Malaya guna melihat kinerja satuan tugas (Satgas) Manggala Agni, TNI, Polri, dan BPBD.
- Pukul 11.30 WIB: Dialog koordinasi bersama jajaran pemerintah daerah untuk merumuskan langkah taktis pendinginan lahan (cooling down) dan penyekatan api bawah tanah.
Ancaman Bara Bawah Permukaan Lahan Gambut
Wapres Gibran menegaskan bahwa padamnya kobaran api di permukaan tanah bukan indikator tunggal bahwa ancaman karhutla telah sepenuhnya selesai. Menurutnya, kabut asap pekat yang masih menyelimuti wilayah sekitar menjadi bukti bahwa aktivitas pembakaran di lapisan dalam gambut masih terus berlangsung.
“Meski kobaran api di permukaan tanah padam di beberapa tempat, kabut asap masih bertahan. Karena bara api di dalam lahan gambut yang belum sepenuhnya mati. Kita tetap harus mengawal untuk memastikan kondisi lapangan benar-benar aman,” tegas Wapres saat memberikan arahan kepada petugas di lapangan.
Kondisi ini menuntut penanganan yang tidak boleh terhenti saat visual api padam. Pemeriksaan berkala, pemetaan suhu tanah, serta pembasahan intensif (rewetting) wajib terus dilakukan demi mencegah kebakaran susulan terulang kembali saat cuaca panas kembali ekstrem.
Langkah Strategis Pemulihan dan Pengawasan Berkelanjutan
Guna memastikan stabilitas lingkungan dan keselamatan warga, pemerintah menetapkan beberapa prioritas utama dalam penanganan karhutla berkelanjutan di Kubu Raya:
- Pengawasan Berkelanjutan: Peningkatan patroli darat dan udara serta pemanfaatan teknologi drone termal untuk mendeteksi bara api tersembunyi.
- Pembasahan Gambut Menyeluruh: Pengoptimalan sumur bor dan sekat kanal untuk menjaga kelembapan tanah gambut secara permanen.
- Perlindungan Kesehatan Masyarakat: Penyaluran bantuan logistik kesehatan, masker, dan penyediaan posko oksigen bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.
- Pemulihan Ruang Hidup: Rehabilitasi ekosistem gambut yang rusak guna memulihkan mata pencaharian warga sekitar yang sempat terhenti.
Melalui pengawasan ketat dan kerja sama lintas sektoral yang berkesinambungan, pemerintah optimistis dampak karhutla dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga masyarakat Kalimantan Barat dapat kembali beraktivitas secara sehat dan aman.
Comments (0)