Kronologi Penanganan dan Hambatan di Lapangan

Kebakaran yang melanda kawasan TPA Jatiwaringin telah memasuki hari kedelapan, namun titik api masih terus berkobar di area seluas 14 hektare. Berdasarkan laporan dari posko komando gabungan, progres

Jul 08, 2026 - 08:59
0 0
Kronologi Penanganan dan Hambatan di Lapangan

Kebakaran yang melanda kawasan TPA Jatiwaringin telah memasuki hari kedelapan, namun titik api masih terus berkobar di area seluas 14 hektare. Berdasarkan laporan dari posko komando gabungan, progres pemadaman hingga pukul 18.00 WIB baru menyentuh angka 45 persen. Kondisi ini dipicu oleh sulitnya medan berupa tumpukan sampah yang tidak stabil, gas metana yang masih terperangkap di lapisan dalam, serta keterbatasan sumber air yang bisa dijangkau unit pemadam.

"Kami tidak bisa langsung menyiram titik api terdalam karena khawatir terjadi ledakan gas atau longsoran sampah. Strateginya bertahap, memecah area menjadi zona-zona kecil agar lebih terkendali," ujar koordinator lapangan saat diwawancarai tim media kami.

Angin kencang yang berubah arah sewaktu-waktu juga memperburuk situasi. Bara api kerap terbang ke titik lain yang sebelumnya sudah padam, sehingga tim harus kembali melakukan penyemprotan. Untuk mengatasinya, petugas membangun sekat bakar buatan dan memperlebar jalur pemisah menggunakan alat berat.

Ratusan Personel dan Teknik Water Bombing

Lebih dari 300 personel gabungan dikerahkan setiap harinya. Mereka berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tangerang, BPBD, TNI, Polri, relawan lingkungan, hingga masyarakat sekitar. Armada yang digunakan pun bertambah, mencakup 12 unit mobil pemadam, empat unit tangki suplai air, dan ekskavator untuk membongkar gundukan sampah yang masih menyimpan bara. Teknik water bombing melalui udara belum bisa dilakukan secara optimal karena asap tebal mengurangi jarak pandang dan membahayakan keselamatan pilot.

Sementara itu, warga di tiga desa penyangga terus mengeluhkan gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat berkepanjangan. Sejumlah posko kesehatan darurat telah didirikan untuk mendistribusikan masker N95 dan memberikan layanan oksigen gratis. Evaluasi cepat menyebutkan bahwa indeks kualitas udara di radius dua kilometer masih berada pada level berbahaya, sehingga anak-anak dan lansia diimbau tetap mengenakan masker meski berada di dalam rumah.

Komitmen Percepatan dan Evaluasi Sistem

Pemerintah daerah menargetkan status tanggap darurat bisa berakhir dalam tiga hari ke depan, meski diakui bahwa pemadaman total memerlukan waktu lebih lama. Sejumlah pihak mulai menyoroti perlunya sistem deteksi dini suhu di zona penimbunan sampah agar kejadian serupa tidak terulang. Apalagi, kebakaran TPA Jatiwaringin bukan kali pertama terjadi—insiden sebelumnya pada 2019 juga memakan waktu hampir dua pekan untuk benar-benar padam.

Beritatercepat.com akan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran ini dan menyajikan informasi terkini dari lapangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
pandu-rangga

Editor Ekonomi. Editor ekonomi breaking dan update pasar terkini.

Comments (0)

User