KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Rompi Oranye Jadi Bukti Baru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sabtu (11/7/2026) sore. Penahanan dilakukan setelah penyidik merampungkan pemeriksaan maraton di Gedung Mera...

Jul 12, 2026 - 12:46
0 0
KPK Tahan Bupati Sukoharjo, Rompi Oranye Jadi Bukti Baru

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Sabtu (11/7/2026) sore. Penahanan dilakukan setelah penyidik merampungkan pemeriksaan maraton di Gedung Merah Putih. Etik keluar dari ruang pemeriksa dengan tangan terborgol dan rompi tahanan melekat di tubuhnya.

Detik-Detik Penahanan

Sekitar pukul 15.30 WIB, Etik berjalan menuju mobil tahanan. Wajahnya tegang. Rompi tahanan warna oranye kontras dengan pakaian dinas yang sebelumnya ia kenakan. Penyidik KPK menggiringnya tanpa perlawanan. Langkahnya mantap, pandangan lurus ke depan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Etik sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Sukoharjo. Operasi tangkap tangan (OTT) digelar Jumat malam (10/7). Tim penindakan mengamankan uang tunai sekitar Rp350 juta dalam sebuah tas. Diduga uang itu bagian dari commitment fee proyek senilai miliaran rupiah.

Fakta Kunci

  • Waktu OTT: Jumat, 10 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 WIB
  • Lokasi: rumah pribadi Bupati di Sukoharjo
  • Barang bukti diamankan: uang tunai, dokumen proyek, hingga alat komunikasi
  • Pasal sangkaan: Pasal 12 huruf a atau b UU Tipikor
  • Masa penahanan awal: 20 hari di Rumah Tahanan KPK
  • Jumlah tersangka: 3 orang, termasuk Bupati dan dua pihak swasta

Suap Proyek Infrastruktur

KPK menduga Etik menerima suap untuk memuluskan sejumlah proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum Sukoharjo. Dua proyek menjadi sorotan: pembangunan jalan lingkar selatan dan revitalisasi pasar induk. Nilai kontrak keduanya mencapai Rp74 miliar. Etik diduga meminta jatah 8-10 persen dari total anggaran.

“Kami sudah mengantongi bukti transaksi, percakapan, hingga aliran dana,” kata Plt Juru Bicara KPK. Pihaknya masih mendalami kemungkinan keterlibatan anggota keluarga Etik. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa 15 saksi.

Respons Serta Dampak

Penahanan Etik sontak menyita perhatian publik Sukoharjo. Ratusan warga berkumpul di Alun-Alun Satya Negara begitu kabar menyebar. Sebagian menyambut baik langkah KPK. Sebagian lagi tak percaya bupati perempuan pertama di daerah itu harus berakhir dengan rompi tahanan.

Wakil Bupati Sukoharjo Agus Santoso langsung menggelar konferensi pers terbatas. “Kami menghormati proses hukum. Pemerintahan tetap berjalan,” ujarnya. Plh sekda akan menjalankan tugas harian hingga ada keputusan lebih lanjut dari Kemendagri.

Sementara itu, aktivis antikorupsi mendesak KPK menyelidiki aset dan rekening Etik secara menyeluruh. “OTT hanya awal. Jangan sampai aset hasil korupsi tetap utuh,” tegas Koordinator Masyarakat Peduli Hukum, Diah Pramesti.

Tantangan Baru

Kasus ini menambah panjang daftar kepala daerah terjerat korupsi sepanjang 2026. KPK menegaskan akan terus memperkuat pengawasan penyerapan anggaran daerah. Penahanan Etik Suryani diharapkan menjadi efek kejut bagi para pemangku kebijakan lain.

Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan pekan depan. Etik dipastikan akan menginap lebih dulu di balik jeruji Rutan KPK. Rompi oranye yang membalut tubuhnya kini bukan sekadar seragam baru, melainkan simbol bahwa tiada kekuasaan tanpa tanggung jawab.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User