Sep 19, 2026
Hukum

KPK Periksa Direktur Brantas Abipraya Terkait Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

Langkah penegakan hukum terhadap kasus penyimpangan proyek infrastruktur daerah terus bergulir tajam. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam penyid

KPK Periksa Direktur Brantas Abipraya Terkait Korupsi Gedung Pemkab Lamongan

Langkah penegakan hukum terhadap kasus penyimpangan proyek infrastruktur daerah terus bergulir tajam. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam penyidikan perkara dugaan korupsi pembangunan Gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Jawa Timur. Tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan intensif terhadap saksi kunci dari pihak penyedia jasa konstruksi, termasuk petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Brantas Abipraya, untuk membongkar pola permainan anggaran yang disinyalir merugikan keuangan negara dalam jumlah masif.

Kasus yang mengemuka ini menjadi sorotan publik mengingat Gedung Pemkab Lamongan dibangun sebagai fasilitas pusat pelayanan publik yang menyedot anggaran besar pada Tahun Anggaran 2017 hingga 2019. Kehadiran penyidik KPK dalam mengusut jajaran kontraktor pelaksana mempertegas sinyal bahwa lembaga antirasuah tersebut bertekad menyapu bersih praktik suap dan persekongkolan pengadaan barang dan jasa di tingkat daerah.

Penyelidikan Mendalam dan Pemeriksaan Saksi Kunci

Proses penyidikan yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK Jakarta ini berfokus pada pendalaman aliran dana serta mekanisme penetapan pemenang lelang proyek. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi perihal pemanggilan saksi-saksi dari pihak pelaksana konstruksi guna melengkapi alat bukti yang sudah dikantongi oleh tim penyidik.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat alat bukti dan mendalami proses perencanaan hingga pelaksanaan fisik pembangunan Gedung Pemkab Lamongan. Kami menggali keterkaitan pihak kontraktor utama dalam pelaksanaan proyek tersebut guna memperjelas konstruksi perkara," tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Langkah tegas penyidik dalam menelisik keterlibatan perusahaan konstruksi besar memberikan harapan baru bagi terciptanya transparansi pengerjaan proyek negara yang bebas dari intimidasi maupun praktik uang pelicin.

Rekapitulasi Proyek dan Dugaan Kerugian Negara

Untuk memahami cakupan penyidikan yang sedang berlangsung, berikut ringkasan data mengenai proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan yang menjadi objek penanganan KPK:

Parameter Kasus Keterangan Resmi
Objek Penyidikan Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Tahun Anggaran 2017 – 2019
Pihak Diperiksa Direksi PT Brantas Abipraya & Pejabat Pemkab
Estimasi Pagu Anggaran Sekitar Rp151 Miliar
Fokus Pelanggaran Dugaan persekongkolan tender & penggelembungan harga

Modus Operasi dan Implikasi Legal Perkara

Berdasarkan analisis penanganan perkara korupsi sektor infrastruktur, KPK mengidentifikasi beberapa titik rawan penyimpangan yang diduga terjadi selama proses pembangunan berjalan:

  • Persekongkolan Lelang: Adanya pengondisian dokumen lelang agar memenangkan kontraktor tertentu sejak tahap perencanaan awal.
  • Pekerjaan Tidak Sesuai Spesifikasi: Pelaksanaan teknis fisik bangunan yang diduga dikurangi mutunya tidak sesuai dengan dokumen pertanggungjawaban.
  • Dugaan Fee Proyek (Kickback): Pengusut aliran dana berupa komitmen imbalan dari pihak pelaksana kepada oknum pejabat daerah.

Sejumlah pengamat hukum pidana menilai langkah penyidik membidik jajaran pelaksana proyek sebagai tindakan krusial. "Korupsi pada proyek gedung pemerintahan bukan sekadar mengenai kerugian keuangan negara semata, tetapi juga menyangkut standar keselamatan bangunan serta pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat daerah," ujar pakar hukum integritas publik.

KPK memastikan penyidikan kasus korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan ini akan dilakukan secara transparan. Penetapan tersangka secara resmi beserta perhitungan detail kerugian keuangan negara akan disampaikan kepada publik seiring rampungnya penyusunan berkas perkara oleh tim penyidik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS irwan-setiawan

Reporter Foto. Visual storyteller dengan 12 tahun pengalaman.

Comments (0)

User