SEOUL — Pemerintah Korea Selatan resmi memperluas jaringan rute penerbangan menuju Tiongkok sekaligus memberikan alokasi hak terbang baru yang lebih besar kepada maskapai berbiaya hemat (Low-Cost Carrier/LCC). Langkah strategis ini diambil guna mendongkrak konektivitas regional, menekan harga tiket pesawat, serta memacu pemulihan sektor pariwisata dan bisnis antar kedua negara.
Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan (MOLIT) menyatakan bahwa pembagian alokasi hak lalu lintas udara terbaru ini mencakup puluhan frekuensi penerbangan mingguan, baik untuk rute utama maupun kota-kota sekunder di daratan Tiongkok.
Kronologi Kebijakan dan Ekspansi Jalur Udara
Keputusan pembagian izin terbang ini merupakan hasil tindak lanjut dari perundingan bilateral sektor penerbangan antara otoritas Seoul dan Beijing. Berikut adalah tahapan penting dalam proses alokasi hak penerbangan tersebut:
- Finalisasi Perjanjian Bilateral: Otoritas penerbangan Korea Selatan dan Tiongkok menyepakati penambahan kuota frekuensi terbang guna merespons lonjakan mobilitas penumpang dan kargo.
- Evaluasi Kelaikan Maskapai: Kementerian Transportasi menyeleksi maskapai domestik berdasarkan rekam jejak keselamatan, kapasitas armada, dan stabilitas finansial.
- Alokasi Resmi Hak Terbang: Pemerintah mendistribusikan izin operasional baru, dengan porsi substansial diberikan kepada maskapai bertarif rendah demi menciptakan iklim kompetisi yang sehat.
"Langkah ini dirancang untuk mendiversifikasi pilihan konsumen dan mematahkan dominasi rute tertentu. Kami berharap maskapai berbiaya hemat dapat menawarkan tarif yang lebih kompetitif bagi para pelancong bisnis maupun wisatawan," demikian pernyataan resmi perwakilan Kementerian Transportasi Korea Selatan.
Daftar Maskapai dan Rute Prioritas
Melalui kebijakan anyar ini, maskapai LCC seperti Jeju Air, T'way Air, Air Busan, dan Eastar Jet mendapatkan akses ke sejumlah destinasi populer yang sebelumnya didominasi maskapai layanan penuh (Full-Service Carrier/FSC) seperti Korean Air dan Asiana Airlines.
- Rute Utama: Peningkatan frekuensi keberangkatan dari Bandara Internasional Incheon menuju kota-kota metropolitan seperti Beijing, Shanghai, dan Guangzhou.
- Rute Wisata dan Sekunder: Pembukaan jalur langsung menuju destinasi wisata favorit seperti Zhangjiajie, Yanji, serta kota industri Shenzhen dan Chengdu.
- Penerbangan Regional: Maskapai juga diizinkan mengoperasikan penerbangan langsung dari bandara regional di Korea Selatan, seperti Bandara Gimhae (Busan) dan Bandara Internasional Daegu.
Dampak Ekonomi dan Prospek Industri
Penguatan pangsa pasar LCC di rute Korea Selatan–Tiongkok diyakini akan mempercepat pemulihan arus wisatawan mancanegara. Selama ini, tarif penerbangan menuju kota-kota sekunder di Tiongkok tergolong tinggi akibat terbatasnya opsi maskapai yang beroperasi.
Dengan hadirnya maskapai berbiaya hemat, biaya perjalanan diproyeksikan turun hingga 20-30 persen pada rute-rute tertentu. Hal ini tidak hanya mempermudah mobilitas pelajar dan komunitas diaspora, tetapi juga memberikan stimulus ekonomi bagi industri perhotelan dan retail di kedua negara.
Comments (0)