Konvoi Pajero di Tol Jatim Tuai Kecaman, Komunitas Minta Maaf
BARU SAJA — Komunitas Pajero One Jatim secara resmi menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah konvoi kendaraan mereka di ruas tol Jawa Timur memicu gelombang protes keras dari sesama pengguna jal...
BARU SAJA — Komunitas Pajero One Jatim secara resmi menyampaikan permintaan maaf terbuka setelah konvoi kendaraan mereka di ruas tol Jawa Timur memicu gelombang protes keras dari sesama pengguna jalan. Aksi konvoi yang berlangsung pada akhir pekan lalu itu dilaporkan menguasai penuh lajur kanan dan melakukan manuver membahayakan.
Kronologi Keluhan
Rentetan keluhan mulai mencuat melalui media sosial dan laporan langsung ke pihak berwenang sejak Minggu siang. Saksi mata menggambarkan iring-iringan puluhan SUV hitam pekat melaju pada kecepatan tinggi sambil terus bertahan di lajur cepat tanpa memberi kesempatan kendaraan lain menyalip. "Mereka benar-benar menutup jalan. Beberapa kali nyaris terjadi tabrakan beruntun," ujar salah seorang pengemudi yang melintas di waktu bersamaan.
Data sementara yang dihimpun menyebutkan:
- Lokasi kejadian: KM 25 hingga KM 30 Tol Surabaya–Mojokerto arah barat.
- Jumlah kendaraan: sekitar 35–40 unit Mitsubishi Pajero Sport.
- Waktu: pukul 11.30–13.00 WIB, Minggu (26/7).
- Keluhan utama: penguasaan lajur kanan, kecepatan inkonsisten, dan pindah jalur mendadak tanpa sinyal.
Sejumlah pengemudi juga mengunggah rekaman dashcam ke platform video pendek. Dalam beberapa klip tampak jelas kendaraan anggota konvoi menutup ruang gerak mobil pribadi yang hendak mendahului. Belum ada laporan resmi mengenai kecelakaan, namun potensi insiden serius disebut sangat tinggi.
Permintaan Maaf & Langkah Korektif
KONFIRMASI dari pengurus pusat Komunitas Pajero One Jatim tiba malam ini. Melalui pernyataan tertulis yang diterima Beritatercepat, ketua komunitas menyatakan menyesal atas ketidaknyamanan dan keresahan yang timbul. "Kami tidak bermaksud arogan. Kegiatan ini murni silaturahmi rutin anggota, namun kami akui koordinasi internal saat berkendara di jalan tol masih kurang disiplin," tulis pernyataan itu.
Sebagai bentuk tanggung jawab, komunitas mengumumkan tiga langkah segera:
- Evaluasi internal: seluruh anggota wajib mengikuti pelatihan tata tertib berkendara di jalan tol yang akan digelar akhir bulan ini.
- Sanksi anggota: identifikasi peserta konvoi yang melakukan manuver paling membahayakan untuk diberi peringatan keras dan pembinaan khusus.
- Koordinasi dengan pihak tol: komunitas akan berkomunikasi dengan pengelola Jasa Marga dan kepolisian untuk memastikan kegiatan selanjutnya tidak mengganggu arus lalu lintas.
Respons Pihak Berwenang
Pihak kepolisian Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Jawa Timur membenarkan telah menerima puluhan aduan terkait insiden ini. UPDATE per pukul 21.00 WIB, polisi masih mengumpulkan bukti rekaman dan keterangan saksi untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran pidana lalu lintas. "Kami sedang dalami apakah ada unsur pasal 311 UU LLAJ tentang berkendara yang membahayakan," ujar seorang perwira PJR.
Sementara itu, pengelola tol mengimbau seluruh komunitas otomotif untuk selalu mematuhi aturan lajur dan batas kecepatan. Ke depan, pengajuan konvoi akan diperketat dengan syarat menyertakan rencana manajemen lalu lintas. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau. Evakuasi tidak diperlukan karena tidak ada korban, namun status kewaspadaan di ruas tol tersebut dinaikkan hingga investigasi selesai.
Comments (0)