Komisi IV DPR Dorong Kemenhut Turun Tangan Padamkan Api di TPA Jatiwaringin
Kebakaran besar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga kini masih terus berkobar. Hampir sepekan berlalu, kobaran api yang melalap
Kebakaran besar di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, yang terletak di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, hingga kini masih terus berkobar. Hampir sepekan berlalu, kobaran api yang melalap tumpukan sampah di area tersebut belum menunjukkan tanda-tanda padam. Situasi ini mendorong Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, untuk meminta pemerintah pusat melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) agar segera terjun langsung menangani kebakaran di lokasi tersebut.
Menurut Alex, Komisi IV yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan, secara intensif memantau perkembangan penanganan kebakaran di TPA Jatiwaringin. Ia menyampaikan bahwa tim Manggala Agni, satuan tugas pengendalian kebakaran hutan dan lahan milik Kemenhut, telah dikerahkan ke lapangan untuk membantu proses pemadaman.
"Sehubungan dengan kebakaran TPA maka Komisi IV selalu memonitor kawan-kawan Manggala Agni Kemenhut yang bertugas ikut memadamkan api di lokasi," ujar Alex kepada tim liputan media kami, Selasa (7/7/2026).
Pengerahan Manggala Agni dan Kendala di Lapangan
Kehadiran tim Manggala Agni dinilai sangat krusial mengingat karakteristik kebakaran di area TPA yang berbeda dengan kebakaran lahan biasa. Tumpukan sampah yang menggunung, terutama yang mengandung material organik, berpotensi menghasilkan gas metana yang mudah terbakar dan dapat memicu api menjalar ke dalam timbunan sampah yang lebih dalam. Kondisi ini menyulitkan proses pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran setempat yang hanya bisa menjangkau permukaan. Alex berharap dengan bantuan dari Kemenhut, api dapat sepenuhnya padam dalam waktu dekat.
Dalam kesempatan berbeda, petugas di lapangan mengungkapkan bahwa upaya pemadaman terkendala oleh angin kencang yang berembus di sekitar lokasi serta sulitnya akses bagi kendaraan pemadam untuk mencapai titik api terdalam. Selain itu, volume sampah yang sangat besar di TPA Jatiwaringin membuat proses pendinginan memerlukan waktu yang tidak sebentar.
Dampak Lingkungan dan Kekhawatiran Warga
Asap tebal yang ditimbulkan oleh kebakaran TPA ini telah menyelimuti permukiman warga di sekitar Kecamatan Mauk. Sejumlah warga mulai mengeluhkan gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak dan lansia. Kualitas udara di beberapa titik pemukiman dilaporkan memburuk, sehingga aparat desa telah mengimbau warga untuk sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker.
Komisi IV DPR menilai, peristiwa ini bukan sekadar masalah penanggulangan kebakaran sesaat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan TPA yang sesuai standar lingkungan. Alex menambahkan, ke depan diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen TPA Jatiwaringin agar kejadian serupa tidak kembali berulang. Ia juga mengimbau Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk lebih proaktif melakukan pencegahan, termasuk dengan menyediakan sistem deteksi dini dan peralatan pemadaman yang memadai di sekitar area TPA.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan dari unsur Kemenhut, BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Pemadam Kebakaran, dan relawan masih terus berjibaku menjinakkan api yang belum sepenuhnya padam. Media kami akan terus memantau perkembangan penanganan kebakaran ini dan menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat.
Comments (0)