Monday, 24 August 2026 | 17:08 WIB

Komdigi Buka Suara Soal Istilah Londo Ireng yang Dikritik

JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “Londo Ireng” saat merujuk lembaga swadaya masyarakat dan jurnalis memicu kecaman tajam. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)...

Jul 28, 2026 - 10:24
0 1
Komdigi Buka Suara Soal Istilah Londo Ireng yang Dikritik

JAKARTA — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut “Londo Ireng” saat merujuk lembaga swadaya masyarakat dan jurnalis memicu kecaman tajam. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) buka suara untuk meredam kontroversi, Senin (13/7).

Gelombang Protes dari Berbagai Elemen

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) langsung mengecam keras. Mereka menilai istilah itu berkonotasi rasis dan merendahkan profesi jurnalis. “Ini pelecehan terselubung. Presiden harus mempertanggungjawabkan ucapannya,” tegas Ketua AJI, Andi Faisal. LBH Pers juga turut melayangkan protes resmi ke Istana. Mereka mendesak pencabutan pernyataan tersebut.

Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) serta puluhan LSM lainnya bergabung dalam barisan pengkritik. Direktur YLBHI, Lili Asdjudiredja, mengatakan, “Kerja-kerja kritis LSM tidak pantas direduksi dengan istilah semacam itu.” Di media sosial, tagar #LondoIreng sempat menjadi trending topic. Warganet terbelah antara yang mendukung dan mengecam.

Kronologi Pidato di Istana

Pemicunya adalah pidato tertutup Prabowo di Istana Bogor, Sabtu (11/7) petang. Dalam rekaman yang beredar, terdengar presiden menyebut adanya upaya “Londo Ireng” yang coba mengintervensi kebijakan dalam negeri melalui jaringan LSM dan media. Video berdurasi dua menit itu tersebar cepat di grup percakapan dan platform digital.

Sejumlah saksi mata yang hadir membenarkan suasana tegang pasca pernyataan itu. “Beberapa peserta terlihat tidak nyaman,” ujar seorang peserta yang enggan disebut namanya.

Klarifikasi Komdigi dan Analisis

Menghadapi desakan publik, Komdigi akhirnya memberi klarifikasi. Menteri Surya Tjandra menegaskan bahwa maksud presiden bukan menyerang jurnalis atau LSM. “Istilah itu merujuk pada potensi intervensi asing yang tidak sehat. Bukan pada individu atau profesi,” katanya dalam konferensi pers virtual.

Surya menekankan pemerintah tetap menjunjung tinggi kebebasan pers. Namun, sejumlah pengamat menilai klarifikasi ini justru ambigu. “Penggunaan metafora berbasis warna kulit tetap tidak dapat dibenarkan,” kritik pengamat politik, Ray Rangkuti.

Desakan Penarikan Ucapan

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Kebebasan Berekspresi mendesak presiden menarik ucapannya secara terbuka. Mereka menilai klarifikasi Komdigi belum cukup memulihkan kepercayaan. “Ini bukan hanya soal diksi, tapi juga soal komitmen terhadap demokrasi,” ujar juru bicara koalisi, Anis Hidayah.

Fakta Cepat

  • Prabowo sebut “Londo Ireng” di Istana Bogor, 11 Juli 2026
  • Video pidato beredar luas dan picu kontroversi
  • AJI, YLBHI, LBH Pers melontarkan kecaman
  • Tagar #LondoIreng trending di platform X
  • Komdigi: istilah merujuk pada intervensi asing
  • Desakan penarikan ucapan dari koalisi masyarakat sipil

Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana belum memberikan respons tambahan. Sementara itu, gelombang kritik terus berlanjut di berbagai platform digital.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User