Komdigi Buka Suara: Istilah 'Londo Ireng' Prabowo Tuai Kecaman

BARU SAJA: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya angkat bicara merespons gelombang kritik yang menerpa Presiden Prabowo Subianto. Istilah "Londo Ireng" yang dilontarkan presiden terhad...

Jul 28, 2026 - 01:36
0 0
Komdigi Buka Suara: Istilah 'Londo Ireng' Prabowo Tuai Kecaman

BARU SAJA: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akhirnya angkat bicara merespons gelombang kritik yang menerpa Presiden Prabowo Subianto. Istilah "Londo Ireng" yang dilontarkan presiden terhadap lembaga swadaya masyarakat dan kalangan jurnalis memicu kecaman luas.

Pernyataan kontroversial itu pertama kali mencuat dalam sebuah forum tertutup di lingkungan Istana Kepresidenan, tiga hari lalu. Kutipan tersebut kemudian bocor dan viral di media sosial, memantik reaksi keras dari berbagai organisasi pers dan pegiat hak asasi manusia. Dalam budaya Jawa, "Londo Ireng" secara harfiah berarti "Belanda Hitam" — istilah yang kerap dipakai untuk menuding pihak asing atau domestik yang ingin membuat kekacauan.

Pernyataan Resmi Komdigi

Dalam keterangan tertulis yang dirilis satu jam lalu, Komdigi menyatakan bahwa istilah "Londo Ireng" digunakan dalam konteks metafora untuk mengingatkan adanya pihak-pihak yang ingin mengacaukan stabilitas negara. Juru bicara kementerian menegaskan tidak ada niat merendahkan profesi jurnalistik maupun kerja-kerja LSM.

"Presiden hanya mengingatkan agar kita semua waspada terhadap upaya pihak asing atau domestik yang menyusup melalui berbagai organisasi untuk mengacaukan stabilitas nasional," demikian bunyi pernyataan tersebut. Namun, klarifikasi ini tak serta-merta meredakan kemarahan publik.

Rentetan Kecaman

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menilai frasa tersebut merendahkan dan berpotensi mengancam kerja jurnalistik investigatif. "Istilah itu adalah bentuk stigmatisasi yang berbahaya bagi kebebasan pers," ujar Ketua AJI dalam konferensi pers virtual, pagi tadi.

Tidak hanya AJI, sejumlah LSM seperti KontraS dan LBH Pers juga melayangkan protes resmi. Mereka menuntut presiden menarik kembali ucapannya dan meminta maaf secara terbuka. Analis komunikasi politik menilai pemilihan diksi "Londo Ireng" sangat tidak tepat untuk seorang kepala negara. "Ini menunjukkan pola komunikasi konfrontatif dan dapat merusak citra demokrasi Indonesia di mata internasional," kata pengamat dari Universitas Indonesia.

Sejarawan pun ikut berkomentar. Menurut mereka, istilah itu sarat muatan kolonial dan tidak pantas digunakan di era modern. Publik di media sosial ramai-ramai mengecam dengan tagar #LondoIreng yang bertengger di puncak trending topic.

Data dan Fakta Cepat

  • Waktu Kejadian: Forum tertutup, 72 jam lalu
  • Bocor Viral: Kutipan menyebar pukul 20.15 WIB, kemarin malam
  • Respon Komdigi: Rilis resmi pukul 10.30 WIB, hari ini
  • Pihak Terkait: Presiden Prabowo, Komdigi, AJI, KontraS, LBH Pers
  • Total Protes: 12 organisasi telah mengeluarkan kecaman resmi

Hingga berita ini diturunkan, Istana belum memberikan tanggapan tambahan. Situasi masih berkembang dan awak media terus mencari konfirmasi langsung dari tim komunikasi presiden. Tim Detik Ini Juga akan memberikan update langsung begitu ada pernyataan baru.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User