Koalisi Sipil Desak Transparan Usut Kematian Sutrimo, Libatkan LPSK
JAKARTA — Desakan keras segera dilontarkan Koalisi Masyarakat Sipil agar aparat kepolisian membuka seluruh proses penyelidikan kematian Sutrimo secara transparan. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di...
JAKARTA — Desakan keras segera dilontarkan Koalisi Masyarakat Sipil agar aparat kepolisian membuka seluruh proses penyelidikan kematian Sutrimo secara transparan. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di Klinik Mordent, Jakarta, dan belakangan dinyatakan meninggal dunia. Koalisi menolak jika kasus ini berakhir tanpa titik terang.
Menurut keterangan yang dihimpun, Sutrimo pertama kali diketahui dalam kondisi kritis oleh petugas klinik pada Jumat dini hari. Tidak ada identitas jelas yang melekat saat itu. Pihak klinik langsung menghubungi kepolisian, namun nyawa korban tidak tertolong. Aparat pun masih mendalami apakah ia sempat mendapat tindakan medis sebelumnya atau tiba dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Libatkan LPSK demi Transparansi
Koalisi menegaskan bahwa keterlibatan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menjadi elemen wajib. “Kami minta polisi segera menggandeng LPSK untuk menjamin perlindungan bagi siapa pun yang mengetahui kejadian ini,” ujar salah satu perwakilan koalisi. Langkah ini dinilai mendesak karena sejumlah saksi kunci disebut enggan memberi keterangan tanpa jaminan keamanan.
Selain LPSK, koalisi juga mendesak dilakukannya autopsi independen terhadap jenazah. Hal ini untuk memastikan tidak ada kejanggalan dalam proses identifikasi sebab kematian. Publik, kata mereka, berhak mendapat hasil yang obyektif dan bisa diakses.
Buka Rekaman dan Periksa Saksi
Desakan berikutnya adalah membuka secara penuh rekaman kamera pengawas di sekitar klinik. Lokasi tersebut dikenal memiliki arus keluar-masuk orang yang cukup tinggi pada jam tertentu. “Polisi harus memeriksa seluruh rekaman CCTV sejak 24 jam sebelum kejadian hingga saat penemuan,” tegas sumber dalam koalisi. Analisis digital ini dianggap dapat mengungkap siapa yang terakhir bersama korban.
Di sisi lain, pihak keluarga mengaku belum mendapat informasi memadai. Mereka hanya dihubungi setelah identitas korban berhasil dikenali. Kini mereka mendesak kepastian apakah kematian ini murni kecelakaan, tindak medis yang gagal, atau diduga kuat mengandung unsur pidana.
Publik Diminta Kawal
Koalisi yang terdiri dari belasan organisasi hak asasi dan pemantau kepolisian itu menyatakan akan terus mengawal kasus ini. Mereka meminta masyarakat turut mengawasi agar tidak terjadi upaya menutup-nutupi fakta. “Jangan sampai kasus ini masuk laci dan hilang begitu saja,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Polda Metro Jaya belum memberikan pernyataan resmi terkait sudah sejauh mana proses penyelidikan berjalan. Namun sumber internal menyebut beberapa orang sudah dimintai keterangan. Fokus saat ini adalah mengkonfirmasi rekam medis korban dan memanggil dokter jaga yang saat itu bertugas.
Koalisi meyakini bahwa transparansi sejak awal akan memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Mereka pun siap menyediakan pendampingan hukum bagi keluarga korban bila sewaktu-waktu diperlukan.
Comments (0)