Aug 31, 2026
breaking

Keraton Solo Terbelah, Dua Kubu Gelar Sekaten di Lokasi Berseberangan

SOLO - Perpecahan di Keraton Solo mencapai titik baru. Untuk pertama kalinya, Sekaten digelar di dua lokasi berbeda oleh dua kubu yang saling klaim sebagai penerus sah takhta. PB XIV Purbaya memilih A...

Keraton Solo Terbelah, Dua Kubu Gelar Sekaten di Lokasi Berseberangan

SOLO - Perpecahan di Keraton Solo mencapai titik baru. Untuk pertama kalinya, Sekaten digelar di dua lokasi berbeda oleh dua kubu yang saling klaim sebagai penerus sah takhta. PB XIV Purbaya memilih Alun-alun Selatan, sementara PB XIV Mangkubumi menggelar perayaan di Alun-alun Utara. Kedua acara berlangsung serentak pada malam yang sama, menciptakan pemandangan kontras di jantung kota.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kubu Purbaya menghadirkan gamelan kuno dan grebeg gunungan khas Sekaten. Sementara itu, kubu Mangkubumi tak mau kalah dengan menghadirkan pertunjukan wayang kulit dan pasar malam tradisional. Ratusan pedagang kaki lima terlihat berjualan di kedua lokasi, memanfaatkan momentum keramaian meskipun bingung memilih tempat yang "asli".

Dua Sisi Kota, Satu Tradisi yang Terbelah

Secara historis, Sekaten adalah ritual Islam-Jawa yang digelar setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini biasanya dipusatkan di kompleks Masjid Agung dan Alun-alun Utara, di bawah satu komando sultan yang berdaulat. Namun dualisme yang sudah berlangsung bertahun-tahun akhirnya memecah tradisi ini.

Konflik bermula dari perebutan gelar PB XIV setelah wafatnya Pakubuwono XIII. Dua putra mahkota, Purbaya dan Mangkubumi, sama-sama mengklaim hak atas takhta. Ketidakjelasan ini membuat setiap kubu menggelar acara adat sendiri-sendiri, termasuk Sekaten.

Fakta Cepat: Dua Sekaten di Solo

  • Kubu PB XIV Purbaya: Alun-alun Selatan, acara utama pukul 19.00 WIB.
  • Kubu PB XIV Mangkubumi: Alun-alun Utara, prosesi sejak pukul 16.00 WIB.
  • Jarak kedua lokasi hanya sekitar 1,5 kilometer.
  • Arus lalu lintas di sekitaran kedua alun-alun dialihkan.
  • Petugas keamanan gabungan dari Polri dan Satpol PP disiagakan.
  • Belum ada izin keramaian yang jelas dari pemerintah kota.

Kebingungan Pengunjung dan Suara Warga

Sejumlah pengunjung dari luar kota mengaku kebingungan. "Saya bawa keluarga dari Surabaya, ternyata Sekaten ada dua. Bingung mau ke mana," ujar Arif, wisatawan. Sementara itu, warga lokal bernama Sri mengaku kecewa. "Tradisi yang seharusnya menyatukan malah jadi ajang unjuk kekuatan," katanya.

Di media sosial, tagar #SekatenPecah sempat trending. Banyak warganet menyayangkan perpecahan ini dan meminta kedua belah pihak untuk berdamai. Seorang budayawan yang enggan disebutkan namanya menilai situasi ini ironis. "Sekaten bukan sekadar hiburan, tapi sarat makna spiritual. Perpecahan ini mencederai nilai-nilai luhur," ujarnya.

Pemerintah Kota: Belum Ada Komentar

Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Solo belum memberikan pernyataan resmi terkait dualisme Sekaten. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tidak merespons upaya konfirmasi. Sumber di lingkungan Pemkot menyebutkan, hanya satu pihak yang mengajukan izin, namun enggan merinci. Hal ini menambah spekulasi di masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan aparat keamanan bersikap pasif. Mereka hanya berjaga untuk mengatur lalu lintas dan mencegah bentrokan, tanpa intervensi terhadap jalannya acara. Situasi masih kondusif, namun ketidakpastian ini menyisakan pertanyaan besar tentang masa depan tradisi keraton.

Masyarakat berharap ada rekonsiliasi agar Sekaten kembali menjadi perayaan yang utuh dan bermartabat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User